LEBAK, INST-Media.id – Menjelang HUT RI ke-80, suasana di sentra bambu Kabupaten Lebak, Banten, semakin sibuk. Dari Sajira hingga Gunung Kencana, truk-truk pengangkut bambu hilir mudik memenuhi jalan desa. Permintaan meningkat hingga 80 persen, menjadikan musim Agustusan sebagai panen rezeki bagi petani dan pedagang bambu.
Bambu ini dicari untuk berbagai keperluan seperti tiang bendera, umbul-umbul, hingga lomba panjat pinang. Bahkan, pesanan datang dari Tangerang, Jakarta, hingga Bekasi.
Iwan, pedagang bambu, mengaku bisa menjual ribuan batang dalam sehari. “Sejak sebulan terakhir orderan ramai terus. Kami kirim ke Jabodetabek setiap hari,” katanya sambil mengikat bambu ke truk, Selasa (5/8/2025).
Petani lokal juga ikut merasakan berkah ini. Sapei, petani bambu, mengaku stok di kebunnya laris manis. “Biasanya paling cuma puluhan batang yang keluar, sekarang bisa ratusan batang per hari,” ujarnya.
Harga bambu pun naik tipis. Untuk ukuran standar dijual Rp5.000–Rp7.000 per batang, sedangkan bambu besar untuk panjat pinang bisa menembus Rp30.000 per batang.
Bagi warga Lebak, musim kemerdekaan tak hanya identik dengan bendera merah putih, tapi juga dengan deretan bambu yang menjadi simbol semarak Agustusan. *(RED)



