Tuesday, August 25, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenJembatan Ambruk, Siswa di Lebak Terpaksa Seberangi Sungai Bak Adegan di Film...

Jembatan Ambruk, Siswa di Lebak Terpaksa Seberangi Sungai Bak Adegan di Film Action!

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

LEBAK, INST-Media.id – Anak-anak di Desa Parakan Beusi, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, menghadapi tantangan besar setiap hari demi bisa bersekolah. Setelah jembatan gantung yang menjadi penghubung desa mereka ambruk, para siswa kini terpaksa menyeberangi sungai yang deras bak adegan di film action.

Jembatan sepanjang 120 meter itu roboh akibat usianya yang sudah tua. Tali seling yang menopang jembatan tak lagi kuat, hingga akhirnya putus. Meski tidak ada korban jiwa, keruntuhan ini membuat akses warga menjadi sangat sulit.

Bagi siswa laki-laki, mereka berani berjalan di atas sisa-sisa jembatan yang sudah rusak parah. Sementara itu, siswa perempuan lebih memilih turun langsung ke sungai, meskipun arusnya cukup deras dan penuh risiko. “Ya mau bagaimana lagi, kalau tidak menyeberang, kami tidak bisa sekolah,” ujar Basri, salah satu siswa.

- Advertisement -
space iklan 300x250
Menyebrangi Sungai
Siswa perempuan di Lebak nekat menyebrangi sungai berarus deras setelah jembatan ambruk. Aksi berani mereka demi pendidikan yang lebih baik. INST-Media

Warga sebenarnya punya pilihan lain untuk mencapai desa sebelah, tetapi mereka harus memutar sejauh 20 kilometer. Jarak itu terlalu jauh, apalagi bagi anak-anak yang harus mengejar jam sekolah.

Pulung, Kepala Desa Parakan Beusi, menjelaskan bahwa jembatan tersebut sangat penting untuk menghubungkan beberapa desa. “Jembatan ini sudah 15 tahun usianya. Memang sudah waktunya diperbaiki. Kami sangat berharap pemerintah segera membangun jembatan baru,” ungkapnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Namun hingga kini, belum ada langkah konkret untuk memperbaiki jembatan yang ambruk tersebut. Warga khawatir jika terus seperti ini, nyawa anak-anak mereka akan terancam. Apalagi saat hujan, air sungai bisa meluap dan menjadi lebih berbahaya.

Kondisi ini tentu mengundang perhatian banyak pihak. Warga berharap, pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan untuk memberikan solusi. Jembatan baru bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal keselamatan dan masa depan generasi muda di desa tersebut.

Aksi nekat siswa-siswa ini memang mengundang decak kagum, tetapi risiko yang mereka hadapi terlalu besar untuk dibiarkan. Semoga ada tindakan cepat sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.*(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular