Sunday, April 19, 2026
header ads 728x90
HomeHiburanKata Kemenekraf Soal Film Merah Putih 'One For All' yang Habiskan Anggaran...

Kata Kemenekraf Soal Film Merah Putih ‘One For All’ yang Habiskan Anggaran 6,7 Miliyar

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

JAKARTA, INST-Media.id – Sejak dirilisnya trailer pada awal Agustus 2025, isu seputar klaim anggaran Rp 6,7 miliar langsung mencuri perhatian publik. Banyak yang menduga dana tersebut berasal dari pemerintah, mengingat tema nasionalisme dan waktu tayang menjelang Hari Kemerdekaan RI ke80.

Atas hal tersebut, Kementrian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) tidak pernah memberi dukungan finansial terhadap produksi film animasi Merah Putih ‘One For All” tersebut.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Kementerian Ekraf menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan dukungan bersifat finansial maupun fasilitasi produksi dan promosi terhadap film Merah Putih: One For All,” ujar Kemenekraf.

Namun, pada 7 Juli 2025 tim produksi Merah Putih: One for All melakukan audiensi dengan Wamen Ekraf Irene Umar. Dalam agenda itu, menurut Kemenekraf, Irene Umar memberikan sejumlah masukan.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Pada 7 Juli 2025, tim produksi Merah Putih: One For All melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Dalam audiensi tersebut, Wamen Ekraf memberikan sejumlah masukan untuk peningkatan kualitas film animasi tersebut,” tambahnya.

Bahkan Toto Soegriwo selaku Produser juga menegaskan dalam akun sosial media X (sebelumnya twiter) bahwa film Merah Putih ‘One For All’ ini sama sekali tidak menerima sepeserpun dana dari pemrintah. Menurutnya hal tersebut adalah asumsi yang tidak berdasar dan akan berakibat negatif secara personal.

Toto juga menjelaskan bahwa film ini sepenuhnya dibiayai oleh Perfiki Kreasindo, sebuah rumah produksi di bawah Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail. Produksi dilakukan dengan skema urunan antar tim produksi, baik secara finansial maupun effort “biaya pribadi” dan bukan dana pemerintah.

Awal Mula Timbulnya Permasalahan Dalam Film Merah Putih ‘One For All’

  1. Peluncuran Trailer Resmi (Awal Agustus 2025)

Kontroversi mulai muncul saat trailer resmi Merah Putih: One For All dirilis di YouTube dan media sosial. Banyak penonton yang kecewa dengan kualitas animasi yang dinilai:

  • Kaku dan tidak halus secara gerakan
  • Kualitas visual dianggap setara video pembelajaran daring
  • Tidak layak tayang di bioskop jika dibanding film animasi lokal lain seperti Jumbo

Komentar negatif mulai membanjiri kanal YouTube, X (Twitter), hingga Instagram. Ini menjadi pemicu awal munculnya diskusi publik yang tajam.

2. Isu Penggunaan Aset 3D Siap Pakai

Beberapa animator independen dan penonton memperhatikan bahwa beberapa aset dalam trailer film ini terlihat seperti hasil dari Daz3D atau software open-source, yang diduga hanya dimodifikasi sedikit. Selain itu, ada cuplikan yang menunjukkan teks berbahasa Hindi, yang memicu spekulasi bahwa asetnya diambil dari template luar negeri tanpa penyesuaian.

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular