Friday, May 1, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaSerangLawan Banjir Tahunan! DPUPR Serang Keruk Saluran 1 KM demi Selamatkan Perumahan...

Lawan Banjir Tahunan! DPUPR Serang Keruk Saluran 1 KM demi Selamatkan Perumahan BCP 2 Ciruas

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

SERANG, INST-Media.id – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bergerak cepat mengatasi masalah banjir yang menghantui warga Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas.

Mulai Senin (26/1/2026), alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi saluran pembuangan air sepanjang 1 kilometer. Proyek darurat ini difokuskan pada pengerukan sedimen dengan kedalaman mencapai 2 hingga 3 meter untuk memastikan debit air hujan mengalir lancar menuju muara utama.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Serang, Nurlailah, menjelaskan bahwa normalisasi ini dilakukan dengan perhitungan elevasi yang presisi. Tujuannya, agar air yang selama ini menggenangi pemukiman bisa terbagi dan mengalir ke dua jalur sungai utama.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Targetnya aliran air ini benar-benar sampai ke Sungai Ciwaka Timur. Ini adalah bagian dari penanganan darurat banjir Pemkab Serang. Sebelumnya kita sudah menangani arah hilir ke Ciwaka Barat, sekarang kita fokuskan ke arah kanan menuju Ciwaka Timur,” ujar Nurlailah saat meninjau lokasi, Jumat (30/1/2026).

Nurlailah tidak menampik bahwa Perumahan BCP 2 berada di wilayah dengan elevasi (ketinggian tanah) yang rendah. Secara alami, lokasi ini sebenarnya merupakan tempat penampungan air alami atau “parkir air”.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Karena sudah berdiri perumahan, maka tata kelola airnya harus sangat komprehensif. Upaya normalisasi ini adalah cara kita memaksa air agar segera lari ke sungai utama, yakni Sungai Ciwaka,” tambahnya.

Meski normalisasi 1 KM ini menjadi solusi cepat, DPUPR Serang menyadari bahwa penanganan BCP 2 membutuhkan strategi jangka panjang yang lebih permanen. Mengingat posisinya yang rendah, sistem pompanisasi menjadi opsi utama yang akan terus diperkuat.

“Untuk saat ini sifatnya penanganan darurat. Namun, kedepan kami akan menindaklanjuti dengan kajian teknis yang lebih dalam khusus untuk daerah BCP 2 ini. Pompanisasi harus dilakukan terus-menerus agar air tidak tertahan di pemukiman,” pungkas Nurlailah.

Proyek yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat ini diharapkan dapat mengurangi durasi dan ketinggian genangan air secara signifikan, sehingga warga BCP 2 tidak lagi merasa was-was setiap kali hujan deras mengguyur.

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular