CILEGON, INST-Media.id – Di tengah gemerlap Kota Baja Cilegon, masih ada keluarga yang hidup di rumah nyaris roboh. Kondisi inilah yang ditemui Menteri BKKBN RI Wihaji saat menyidak rumah Sarwati (28), warga Cikerai, Jumat (6/2/2026).
Rumah kayu berdinding tripleks itu bocor saat hujan dan bergoyang diterpa angin. Setiap cuaca buruk, Sarwati bersama suami dan dua anaknya terpaksa mengungsi ke rumah orang tua.
“Takut ambruk, jadi kami lari ke rumah orang tua kalau hujan deras,” tutur Sarwati.
Penghasilan suaminya sebagai pemasang tenda tidak menentu. Sarwati pun bekerja serabutan. Kondisi itu membuat anak sulung mereka yang berusia enam tahun belum bisa masuk TK karena keterbatasan biaya.
Melihat kondisi tersebut, Wihaji langsung menjanjikan bantuan perbaikan rumah.
“Kami tidak ingin ada keluarga tinggal di rumah yang membahayakan. Rumah ini akan kami bantu rehab agar layak dan anak-anak bisa tumbuh sehat,” ujarnya.
Selain perbaikan rumah, keluarga juga akan mendapat pendampingan kesehatan dan bantuan sosial.
Warga berharap perhatian pemerintah ini menjadi solusi agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan. *(RED)



