LEBAK, INST-Media.id – Kisah pilu pengungsi banjir bandang di Kabupaten Lebak, Banten, kembali mencuat ke publik. Video curahan hati warga yang membandingkan kondisi pengungsi di Banten dan Jawa Barat viral di media sosial dan menuai simpati warganet.
Sudah enam tahun lamanya warga Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, tinggal di hunian sementara berbahan terpal. Bangunan sederhana itu menjadi satu-satunya tempat berlindung setelah rumah mereka hanyut diterjang banjir bandang.
Kondisi hunian yang jauh dari kata layak membuat aktivitas warga serba terbatas. Saat musim hujan, air dan udara dingin mudah masuk ke dalam gubuk, sementara di musim kemarau suhu di dalam hunian sangat panas.
Dalam video yang beredar, warga membandingkan kondisi tersebut dengan pengungsi di wilayah Bogor, Jawa Barat. Di daerah tersebut, pengungsi telah menempati rumah permanen dan menikmati akses jalan yang memadai.
Salah satu warga pengungsi, Muhammad Zaenudin, mengatakan video itu dibuat sebagai bentuk keresahan masyarakat.
“Kami hanya ingin menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Sudah bertahun-tahun kami tinggal di rumah terpal. Kami berharap ada perhatian dan solusi nyata,” katanya.
Selain persoalan hunian, dampak lain juga dirasakan warga. Jarak sekolah yang jauh membuat sebagian anak putus sekolah. Akses ke puskesmas yang mencapai lebih dari lima kilometer juga menyulitkan warga yang sakit.
Warga berharap pemerintah segera mempercepat penanganan agar mereka bisa hidup lebih layak dan aman di masa mendatang. *(RED)



