CILEGON, INST-Media.id – PATBM di Cilegon diperkuat sebagai garda awal dalam memberikan edukasi dan pendampingan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat kelurahan.
Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) telah dibentuk di setiap kelurahan di Kota Cilegon. Para relawan mendapatkan pelatihan untuk membantu masyarakat ketika menemukan kasus kekerasan.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Cilegon Ema Hermawati mengatakan edukasi juga dilakukan langsung kepada masyarakat, termasuk melalui majelis taklim dan kelompok arisan.
“Ke masyarakat kita ke majelis taklim, arisan-arisan untuk psikoedukasi adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Ema, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, relawan PATBM dapat menjadi penghubung awal ketika masyarakat membutuhkan informasi maupun pendampingan.
“Kita di kelurahan punya relawan PATBM yang sering kita latih bagaimana mereka kalau di kelurahan menemui kasus-kasus mereka sudah dilatih untuk melakukan sosialisasi, melakukan pendampingan,” katanya.
Ema menjelaskan, apabila terjadi dugaan kekerasan seksual, korban terlebih dahulu dapat melapor kepada relawan PATBM.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan membawa korban ke UPT PPA untuk menjalani asesmen dan mendapatkan penanganan sesuai kasus yang dialami.
“Kalau terjadi kekerasan seksual terlebih dahulu korban harus mau melapor kepada PATBM itu ke relawan PATBM nanti sama PATBM dibawa ke UPT PPA,” tuturnya.
Keberadaan PATBM di tingkat kelurahan diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan akses awal untuk memperoleh informasi dan pendampingan. *(RED)



