CILEGON, INST-Media.id – Pemerintah Kota Cilegon menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Cilegon setelah terjadi sekitar tiga kecelakaan lalu lintas sepanjang September 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Jumat (2/10/2026). Rapat diikuti Dinas Perhubungan, Dinas Perkim, serta Satlantas Polres Cilegon.
Aziz mengatakan, evaluasi sementara menemukan sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di JLS. Di antaranya pasir dari kendaraan angkutan tambang, genangan air, serta beberapa titik putar balik atau U-turn.
Pemkot Cilegon berencana menutup secara permanen U-turn yang dinilai berisiko. Area tersebut juga akan dibersihkan dari pasir dan genangan air.
Selain itu, pembenahan infrastruktur dan peningkatan jarak pandang pengguna jalan akan dilakukan. Pemkot juga menyiapkan pemasangan speed bump untuk membantu mengurangi kecepatan kendaraan, terutama angkutan berat.
“U-turn yang memang berpotensi terjadi kecelakaan akan kita tutup secara permanen,” kata Aziz.
Pemkot bersama Polres Cilegon dan Dishub juga akan mengecek langsung kondisi JLS. Operasi gabungan akan dilakukan untuk menertibkan kendaraan angkutan tambang yang tidak menggunakan terpal serta kendaraan yang parkir di bahu jalan.
Kasatlantas Polres Cilegon AKP Ridwan mengatakan, pihaknya siap bersinergi dengan Pemkot Cilegon untuk menindak pelanggaran lalu lintas di kawasan JLS. *(RED)



