CILEGON, INST-Media.id – Pengelolaan sampah di sekolah di Kota Cilegon tidak hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga dimanfaatkan menjadi sarana kreativitas siswa. Salah satunya terlihat dari gapura SMPN 5 Cilegon yang dibuat menggunakan botol plastik bekas.
Pemanfaatan sampah tersebut merupakan bagian dari program Kolaborasi Ekonomi Sirkular Kelola Sampah di Sekolah (KOLASE) yang melibatkan Pemkot Cilegon, PT Chandra Asri Pacific Tbk, dan Yayasan Bakti Barito.
Kepala SMPN 5 Cilegon Ade Solahudin mengatakan, program KOLASE mendorong siswa dan seluruh warga sekolah lebih peduli terhadap lingkungan.
“Melalui program ini anak-anak juga bisa berkreatifitas, seperti ecobrik, gapura sekolah juga kami buat dari botol bekas,” kata Ade.
Menurutnya, sampah bernilai ekonomi seperti kardus dan botol plastik dikumpulkan melalui kerja sama dengan bank sampah. Penimbangan dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis.
“Dengan program ini sekolah juga alhamdulillah bersih dari sampah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SDN Cipaot Masitoh mengatakan sampah anorganik juga dapat diolah menjadi berbagai kerajinan, seperti vas bunga, tempat tisu hingga bunga plastik.
“Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya.
Selain sampah anorganik, sampah organik seperti daun kering, pelepah pisang, ilalang dan sisa hasil panen juga dapat dimanfaatkan untuk pupuk maupun sumber energi.
Program KOLASE pada batch 3 dan 4 kini melibatkan sekolah di sejumlah wilayah Cilegon, termasuk Citangkil dan Ciwandan.*(RED)



