LEBAK, INST-Media.id – Banjir yang terus berulang di Kabupaten Lebak, Banten bukan hanya merusak tanaman padi, tetapi juga mengancam mata pencaharian petani di wilayah pedesaan.
Di Desa Cisangu, air merendam puluhan petak sawah selama berhari-hari. Bibit padi hanyut, sementara tanaman siap panen rusak dan tak bisa diselamatkan.
Petani Ujang Komarudin mengaku mengalami kerugian besar karena seluruh sawah garapannya rusak.
“Modal tanam habis, hasil panen tidak ada,” keluhnya, Kamis (8/1/2026).
Kondisi ini diperparah oleh sistem pengendalian banjir yang dinilai belum maksimal. Kepala Desa Cisangu, Doli, berharap adanya normalisasi Kali Cisambe agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Dinas Pertanian Lebak mencatat puluhan hektare sawah telah masuk kategori puso, sehingga tidak mungkin dipanen. Pemerintah berjanji mengupayakan bantuan benih, namun petani berharap solusi jangka panjang segera dilakukan.
Tanpa perbaikan sistem drainase dan pengendalian sungai, banjir musiman dikhawatirkan terus menghantui sektor pertanian Lebak. *(RED)



