PANDEGLANG, INST-Media.id – Di tengah gempuran pembangunan digital dan teknologi, masih ada siswa yang harus belajar di ruang kelas tanpa lantai dan atap yang rusak. Itulah yang dialami murid-murid SDN Curug 1 di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dua ruang kelas, kelas 3 dan kelas 5 sejak tahun 2016 belum tersentuh perbaikan. Tanpa ubin, hanya tanah sebagai alas tempat mereka duduk belajar. Atap plafon pun terlihat lapuk dan rusak, dengan dinding penuh retakan. Mirisnya lagi, kondisi ini sudah berlangsung hampir 9 tahun!
Meski begitu, semangat anak-anak tak surut. Salah satu siswi kelas 5, Dina Lutfiah, mengaku tetap datang ke sekolah setiap hari, walau tak nyaman.
“Belajarnya jadi nggak fokus, kadang kotor, terus plafonnya juga ada yang rusak,” ucapnya lirih, Kamis (7/8/2025).
Sementara itu, guru kelas 5, Apip Wirawan, menuturkan bahwa pihak sekolah sudah berkali-kali mengajukan permohonan perbaikan ke pemerintah, tapi belum ada realisasi sampai sekarang.
“Kami sudah usulkan sejak lama, tapi belum ada kabar. Harapannya, segera diperbaiki,” ungkap Apip.
Kondisi ini jelas tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Pemerintah daerah didesak segera turun tangan. Sebab, masa depan pendidikan anak-anak di pelosok Banten juga patut diperjuangkan. *(RED)



