PANDEGLANG, INST-Media.id – Penanganan sampah di desa teluk harus disikapi secara holistik baik pemkab pandeglang, provinsi banten dan masyarakat itu sendiri.
Sembilan bulan lalu Pemkab Pandeglang bersama relawan dan PLTU labuan melakukan penanganan sementara setelah melakukan bersih-bersih.
“Setelah kami bersihkan kita pasang carukcuk bambu panahan tanah timbul dan dipasang pavim blok. Karena gelombang laut akhirnya sampah kembali menumpuk,” ungkap Bupati Pandeglang Irna Narulita saat rapat di kantor UPT Dinas Kelautan Provinsi Banten bersama OPD Prov Banten, Rabu (24/24).
Menurut Bupati Irna sampah teluk ini harus segera ada jalan penyelesaian, jangan sampai ini menjadi masalah yang berkelanjutan.
“Kita duduk bareng hari ini antara provinsi dan kabupaten menemukan solusi masalah sampah teluk dari mulai hulu hingga ke hilir,” ujarnya.
Lebih lanjut Bupati Irna mengatakan, sejauh ini Kabupaten Pandeglang sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Kebersihan Ketertiban dan Keindahan.
“Kita harapkan dukungan dari semua pihak untuk menegakan perda tersebut agar masyarakat tidak buah sampah sembarangan,” imbuhnya.
Bupati Irma juga menilai jika sampah yang menumpuk di teluk bukan saja dari wilayah pandeglang merupakan kiriman dari luar pandeglang karena arus tinggi.
“Kita tidak usah menyalahkan siapapun, tapi saat ini kita carikan solusi sehingga sampah ini bisa ditangani,” imbuhnya.
Langkah jangka panjang yang akan dilakukan dalam penanganan sampah teluk akan armada dan bank sampah, pembuatan tanggul sepanjang pantai bahkan Bupati Ima berharap ada kegiatan rutin yang dilakukan setiap minggu. (Kha/red)



