CILEGON, iNST-Media.id – Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon, Banten terus menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dengan menggabungkan dua pendekatan unggulan: kehadiran guru-guru asing dan penerapan kurikulum ganda, yaitu Cambridge dan Kurikulum Nasional. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang unik dan menyenangkan bagi para siswa.
Salah satu siswa SMP, Khaliqa Faurita Aquina, mengungkapkan antusiasmenya saat belajar langsung bersama guru asing. “Semuanya bagus, tapi yang paling menyenangkan itu saat kita bisa berinteraksi langsung dengan mereka yang punya pengalaman internasional. Cara mereka mengajarkan juga lebih efektif,” ujarnya dengan semangat.
Sementara itu, Zubair, guru native asal Afghanistan yang telah mengajar lebih dari setahun di Bosowa Al Azhar, juga membagikan pengalamannya. “Saya sangat senang berada di sini. Semua staf ramah dan pelajarnya aktif serta pintar. Mereka antusias mengikuti semua aktivitas yang saya berikan. Tidak ada kendala berarti karena semangat belajar mereka sangat tinggi,” katanya.

Kehadiran Zubair dihadirkan khusus untuk meningkatkan kemampuan speaking dan listening peserta didik demi memperkuat pemahaman mereka terhadap materi kurikulum Cambridge.
Kurikulum Cambridge sendiri merupakan kurikulum yang dikembangkan oleh Cambridge Assessment International Education, bagian dari Universitas Cambridge. Kurikulum ini dirancang untuk siswa usia 3 hingga 19 tahun dan berfokus pada pengembangan keterampilan serta pengetahuan yang relevan secara global. Penekanannya bukan hanya pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan pemikiran analitis.
Satria Eko Tamtomo, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Bosowa Al Azhar Cilegon, menjelaskan bahwa kurikulum Cambridge diselaraskan dengan kurikulum nasional dengan pendekatan integratif.
“Kami ambil tengah-tengahnya, jadi materi dari kurikulum nasional dan Cambridge yang sejalan akan diajarkan dalam satu sesi pembelajaran. Bila siswa kesulitan memahami kurikulum Cambridge, kita bantu dengan pengantar dari kurikulum nasional agar lebih mudah dicerna,” jelasnya.
Sebagai informasi, Bosowa Al Azhar Cilegon memiliki lima unit pendidikan, mulai dari KB, TK, SD, SMP hingga SMA. *(RED)



