Thursday, April 30, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenTinggal di Gubuk Reyot Selama 5 Tahun, Buruh Arang di Lebak Hanya...

Tinggal di Gubuk Reyot Selama 5 Tahun, Buruh Arang di Lebak Hanya Bisa Berdoa dapat Bantuan

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

LEBAK, INST-Media.id – Di Kampung Tegal Pasir, Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, hidup sepasang suami istri bersama empat anaknya dalam kondisi yang memilukan. Mereka tinggal di sebuah gubuk reyot yang nyaris roboh dan jauh dari kata layak huni.

Atap bocor, dinding berlubang, dan tiang kayu lapuk menjadi pemandangan sehari-hari di tempat tinggal keluarga Eman dan Atiah. Jika hujan turun, mereka terpaksa mengungsi ke rumah tetangga karena gubuk tak mampu melindungi dari dingin dan air yang merembes dari segala arah.

Baca juga:  Viral! Rumah Warga Pandeglang Mirip Kandang Kambing, Bupati Dewi Datang dan Janji Bantu

Eman hanya bekerja sebagai buruh angkut arang dengan penghasilan tidak tetap, paling tinggi Rp40 ribu per hari. Itu pun sering kali tak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, apalagi memperbaiki rumah. “Mau bangun rumah, tapi uang nggak ada. Buat makan aja susah,” tutur Eman, Kamis (22/5/2025).

- Advertisement -
space iklan 300x250

Atiah menambahkan, selama lima tahun ini mereka sudah sering didata dan difoto oleh pihak yang menjanjikan bantuan. Namun semua hanya sebatas janji. “Sudah sering diminta KTP sama KK, tapi nggak ada kabar,” keluhnya.

Baca juga:  Bikin Haru! Lansia di Cilegon Tolak Pindah, Lebih Pilih Gubuk Reyot daripada Panti Rehabilitasi

Mereka berharap pemerintah atau siapa pun yang peduli bisa membantu membangunkan rumah layak agar anak-anak mereka tak terus hidup dalam ketakutan. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250

 

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular