CILEGON, iNST-Media.id – Aksi unjuk rasa di depan Depo Pertamina Terminal Tanjung Gerem, Kota Cilegon, Banten, pada Jumat (7/3/2025) sore, diwarnai keributan. Puluhan warga yang tergabung dalam Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon bentrok dengan aparat kepolisian dan TNI saat mencoba menghadang truk tangki yang hendak masuk ke dalam depo.

Kericuhan bermula ketika massa memblokade jalan masuk depo, berusaha menghentikan laju truk tangki. Seorang anggota TNI mencoba menghentikan aksi tersebut, namun hal itu justru memicu ketegangan. Adu mulut hingga dorong-dorongan antara massa dan aparat tak terhindarkan.
“Kami menuntut agar Kejaksaan Agung mengusut tuntas kasus korupsi di Pertamina Patra Niaga! Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegas Juli Tresno Aji, Koordinator Aksi.
Aksi unjuk rasa ini terkait dugaan kasus korupsi di PT Pertamina Patra Niaga yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung. Sebelumnya, Tim Penyidik Kejaksaan Agung telah menggeledah Depo Pertamina Tanjung Gerem, memicu protes warga yang menuntut keadilan.
Massa mendesak agar seluruh pegawai di depo tersebut diperiksa. Mereka khawatir masih ada praktik korupsi yang merugikan masyarakat dan negara.
Mediasi antara perwakilan massa dan pihak manajemen Depo Pertamina dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Akibatnya, massa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih banyak.
“Kami akan datang lagi dengan massa lebih besar jika tuntutan kami tidak dipenuhi!” lanjut Juli Tresno Aji.
Meski sempat memanas, situasi berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan. Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib, namun ancaman aksi susulan tetap menjadi perhatian.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Depo Pertamina Tanjung Gerem terkait tuntutan warga. Situasi di sekitar lokasi juga terpantau kondusif. *(RED)



