JAKARTA, INST-Media.id – Media sosial heboh dengan beredarnya video yang memperlihatkan momen haru perpisahan karyawan PT Gudang Garam. Dalam video itu, terlihat pekerja saling berjabat tangan, berpelukan, bahkan meneteskan air mata. Warganet pun langsung berspekulasi bahwa perusahaan rokok terbesar di Kediri ini sedang melakukan PHK massal.
Unggahan itu sontak menuai banyak komentar dan empati publik. Banyak yang khawatir ribuan karyawan terkena dampak pemutusan hubungan kerja di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit.
Beberapa warganet bahkan mengaitkan isu ini dengan kebijakan pemerintah dan maraknya rokok ilegal.
“Apakah ini efek pajak tinggi dan rokok tak bercukai?!”
Komentar lain menyebut, “Ini gara-gara kebijakan pemerintah pusat, pajak tinggi bikin industri tertekan,” tulis seorang pengguna Facebook.
Ada juga yang menyoroti peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai, “Kenapa bisa ada rokok ilegal yang merugikan negara? Pemerintah harus jawab.”
Namun tak sedikit yang memberi semangat kepada para karyawan, “Rezeki sudah diatur Allah, tetap kuat dan ikhlas. Percaya ini jalan terbaik.”
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan pihaknya akan memverifikasi terlebih dahulu kebenaran informasi ini. Namun ia mengingatkan, jika benar ada PHK massal, hal itu menunjukkan daya beli masyarakat sedang turun sehingga produksi industri ikut menurun.
Di sisi lain, manajemen PT Gudang Garam langsung memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan tidak ada PHK massal dan memastikan pabrik, termasuk yang ada di Tuban, tetap beroperasi normal. Perusahaan menyebut kabar yang beredar di media sosial sebagai hoaks.
Meski begitu, sorotan publik tetap mengarah pada kondisi finansial Gudang Garam. Laporan keuangan semester I 2025 menunjukkan laba bersih perusahaan turun drastis hingga 87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, hanya tersisa sekitar Rp120 miliar. Penurunan ini disebut akibat turunnya volume penjualan rokok dan tingginya biaya produksi. *(RED)



