CILEGON, INST-Media.id – Suasana Kota Cilegon mendadak berubah semarak ketika ribuan pendekar pencak silat dari berbagai peguron turun ke jalan untuk mengikuti Golok Day Festival 2025. Ribuan warga dan peserta tumpah ruah memenuhi ruas Jalan Jenderal Sudirman menuju Alun-Alun Kota Cilegon, tempat acara utama digelar, Sabtu (15/11/2025).
Sebanyak 4.000 pendekar dari 218 peguron yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon ikut meramaikan festival budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Banten tersebut. Parade massal ini memamerkan formasi silat, atraksi jurus, hingga alunan musik tradisional yang memecah suasana kota sejak pagi hari.
Golok Day Festival tahun ini kembali menampilkan berbagai atraksi seni bela diri, termasuk penggunaan golok sebagai senjata tradisional Banten yang selama ratusan tahun menjadi simbol perjuangan, keberanian, dan identitas masyarakat.
Tak hanya demonstrasi pencak silat, atraksi debus juga menjadi tontonan yang paling menyedot perhatian masyarakat. Setiap aksi yang dipertontonkan membuat penonton terpukau sekaligus bergidik melihat keberanian para jawara Banten.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan apresiasi besar atas antusiasme para pendekar dan masyarakat. “Golok Day Festival ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah cara kita menjaga warisan leluhur dan memperkenalkan budaya Banten ke generasi baru,” ujarnya.
Ketua IPSI Kota Cilegon, Abdul Rozak, mengatakan bahwa partisipasi ribuan pendekar menjadi bukti kuat bahwa budaya pencak silat masih hidup dan terus berkembang. “Kami bangga bisa mengumpulkan ratusan peguron dalam satu momentum besar seperti ini. Semangat para pendekar hari ini luar biasa,” ucapnya.
Pemerintah Kota Cilegon juga menargetkan Golok Day Festival masuk ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, sehingga bisa sejajar dengan event budaya besar lainnya di Banten seperti Seba Baduy, Cisungsang, dan Festival Cisadane.
Acara yang penuh warna dan energi ini semakin menegaskan bahwa Cilegon tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga pusat budaya yang kaya akan tradisi bela diri. *(RED)



