LEBAK, INST-Media.id – Pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Cikamunding di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten terus menuai dukungan dari berbagai pihak. Warga Desa Cijengkol dan penyuplai material batu putih kompak menyatakan bahwa proyek ini memberikan manfaat besar, terutama dalam peningkatan akses jalan dan pengembangan energi terbarukan di wilayah selatan Banten.
Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa jalan menuju lokasi proyek mengalami kerusakan dan diduga menggunakan material batu berkualitas rendah. Namun, klarifikasi dari warga dan penyuplai material di lapangan justru menunjukkan fakta berbeda.
Salah seorang warga Cijengkol mengatakan bahwa proyek perbaikan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, jenis batu putih yang digunakan bukan batu cadas, melainkan material kuat yang sudah lama dipakai di jalur perusahaan untuk mengangkut material berat.
“Untuk penggantian jalan itu sudah lama, bukan baru sebulan dua bulan. Dulu juga jalur MTQ pakai batu seperti itu dan kuat. Jadi sebenarnya tidak ada masalah,” ujarnya.
Warga juga membantah adanya penolakan terhadap proyek tersebut. Justru, kata dia, masyarakat mendukung karena akses jalan menjadi lebih baik dan dapat digunakan untuk aktivitas ekonomi.
“Desa Cijengkol nggak ada yang komplain. Ini kan bukan jalan desa, tapi jalur perusahaan buat mobilisasi material sekitar 40 tonan. Jadi wajar konstruksinya dibuat kuat,” jelasnya.
Sementara itu, H. Imam, penyuplai batu putih untuk proyek PLTMH Cikamunding, menegaskan bahwa dirinya bukan pelaksana proyek atau vendor. Ia hanya bertugas menyediakan material sesuai permintaan dan spesifikasi dari pihak perusahaan.
“Saya hanya penyuplai batu, bukan pelaksana proyek. Jenis batu yang dipakai itu sesuai permintaan pihak perusahaan, dan sejauh ini tidak ada komplain,” ujar H. Imam, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, jalan yang dibangun memang didesain khusus untuk menahan beban berat hingga 40 ton, karena nantinya akan dilalui truk pengangkut peralatan dan material PLTMH.
“Jalan itu bukan untuk umum, tapi jalur perusahaan. Makanya disesuaikan agar kuat menahan beban 40 ton,” tegasnya.
Sebagai warga setempat, H. Imam menilai proyek ini membawa dampak positif bagi desa karena membuka lapangan kerja dan memperkuat infrastruktur lokal. Ia juga menegaskan siap diaudit untuk membuktikan seluruh pasokan material dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur.
“Silakan kalau mau diaudit, saya terbuka. Semua sesuai pesanan dan kebutuhan teknis dari perusahaan,” tandasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah termakan isu negatif dan bersama-sama mendukung proyek strategis tersebut agar berjalan lancar. “Ini proyek energi terbarukan yang bermanfaat untuk daerah. Jadi sebaiknya kita dukung, bukan malah memperkeruh suasana,” tutupnya. *(RED)



