Thursday, June 4, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenDetik-detik Penyelamatan Ibu Hamil Terisolasi Banjir Pandeglang, Berjuang Melawan Arus 5 Km!

Detik-detik Penyelamatan Ibu Hamil Terisolasi Banjir Pandeglang, Berjuang Melawan Arus 5 Km!

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

PANDEGLANG, INST-Media.id – Proses penyelamatan dramatis dilakukan terhadap Arsiah (34), seorang ibu hamil yang akan melahirkan anak ketiganya di tengah banjir besar yang merendam Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Kamis (5/12/2024) sore. Selama tiga hari, desa ini terisolasi akibat genangan banjir yang tinggi, mempersulit akses ke fasilitas kesehatan.

Arsiah yang dalam kondisi darurat dievakuasi oleh tim SAR gabungan menggunakan perahu melalui Sungai Cilemer sejauh 5 kilometer. Perjalanan ini tidak mudah, berlangsung selama dua jam dengan medan yang menantang. Setelah mencapai jalur darat, Arsiah langsung dipindahkan ke ambulans dan dibawa ke Puskesmas Pagelaran, fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki peralatan lengkap.

Camat Patia, Supratman, mengatakan bahwa evakuasi ini menjadi prioritas karena kondisi darurat. “Cuaca ekstrem dan akses yang sulit membuat kami memutuskan untuk membawa ibu ini ke fasilitas yang lebih aman. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Ia menambahkan bahwa selama monitoring ke desa-desa terdampak banjir, pihaknya juga memberikan bantuan kepada warga yang terisolasi.

Bidan Juju, Bidan Desa Idaman yang turut membantu proses evakuasi menjelaskan bahwa kondisi banjir membuat penanganan semakin menantang. “Kami pastikan proses evakuasi berjalan aman agar ibu bisa melahirkan di fasilitas yang lebih memadai. Semua dilakukan dengan pengawasan penuh,” katanya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Menurut Juju, banjir yang masih tinggi menjadi kendala utama untuk membawa pasien ke bidan terdekat. Oleh karena itu, Arsiah harus dievakuasi ke tempat yang lebih jauh, tetapi lebih lengkap fasilitasnya.

Endang, suami Arsiah, mengaku cemas selama proses evakuasi. “Saya khawatir karena jalur sungai cukup berbahaya. Tapi Alhamdulillah bidan desa langsung datang membantu, dan tim SAR juga sangat sigap,” tuturnya.

Endang mengatakan bahwa banjir di desanya sudah berlangsung sejak Selasa (3/12/2024). Keadaan ini membuat warga sulit beraktivitas dan mendapat bantuan.

Banjir yang melanda Kecamatan Patia tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan, memaksa warga bergantung pada perahu untuk transportasi. Penyelamatan Arsiah menjadi bukti nyata pentingnya kerja sama antara warga, pemerintah, dan tim penyelamat dalam menghadapi situasi darurat.

Berkat koordinasi yang baik, Arsiah kini berada dalam perawatan medis yang memadai bersama bayinya. Proses ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapan dalam menghadapi bencana, terutama bagi wilayah yang rawan banjir. *(UJG/RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular