Friday, June 5, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenBerkah Cuaca Buruk: Nelayan Panimbang Panen Raya Ikan Cekong, Pengepul Antre di...

Berkah Cuaca Buruk: Nelayan Panimbang Panen Raya Ikan Cekong, Pengepul Antre di Pantai!

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

PANDEGLANG, INST-Media.id – Cuaca buruk yang melanda perairan Pandeglang, Banten, ternyata menjadi berkah tak terduga bagi para nelayan di Kecamatan Panimbang, Pandeglang.  Sabtu (28/12/2024), ratusan ton ikan cekong berhasil ditangkap, membuat pantai dipenuhi aktivitas sibuk nelayan dan pengepul.

Gelombang tinggi membawa gerombolan ikan cekong mendekati pesisir, sehingga lebih mudah ditangkap menggunakan jaring sederhana. Otoy, salah seorang nelayan setempat, mengaku fenomena ini selalu ditunggu-tunggu oleh para nelayan setiap musim angin barat.

Panen Ikan Cekong
Para nelayan di Labuan, Pandeglang, tengah sibuk memanen ikan cekong yang terbawa arus gelombang tinggi ke pesisir pantai, Sabtu (28/12/2024). Fenomena ini menjadi berkah besar bagi ekonomi lokal. INST-Media

“Kalau gelombang tinggi seperti ini, ikan cekong sering mendekat ke pantai. Kami jadi lebih mudah menangkapnya. Alhamdulillah, hari ini saya bisa dapat hampir 100 kilogram,” ujar Otoy dengan penuh semangat.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Dengan harga ikan cekong yang berkisar Rp2.300 hingga Rp2.500 per kilogram, nelayan seperti Otoy mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan hari-hari biasa.

Keberuntungan ini juga dirasakan oleh para pengepul yang datang dari berbagai daerah. Mereka berlomba membeli ikan cekong untuk dijual kembali ke pabrik pengolahan sarden. Dedi, seorang pengepul dari Jawa Timur, mengatakan dirinya langsung datang ke Labuan setelah mendengar kabar melimpahnya ikan di sana.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Ikan cekong ini sangat diminati oleh pabrik-pabrik sarden. Di sini harganya terjangkau, jadi ini kesempatan bagus untuk kami para pengepul,” kata Dedi.

Ia menambahkan, permintaan ikan cekong saat ini sangat tinggi, sehingga banyak pengepul harus antre di pantai untuk mendapatkan hasil tangkapan nelayan.

Meski membawa berkah, kondisi gelombang tinggi tetap menjadi tantangan bagi para nelayan. BMKG mengingatkan agar nelayan berhati-hati saat melaut, mengingat cuaca buruk diperkirakan akan terus berlangsung hingga awal tahun depan.

“Kita harus tetap waspada, apalagi kalau gelombang tiba-tiba besar. Perahu dan peralatan harus selalu dicek sebelum melaut,” kata Otoy, yang juga mengingatkan sesama nelayan untuk tidak memaksakan diri jika cuaca tidak memungkinkan.

Fenomena panen raya ikan cekong ini memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat setempat. Tidak hanya nelayan dan pengepul, pedagang kecil hingga jasa transportasi lokal juga ikut merasakan manfaatnya.

“Semoga rezeki seperti ini terus ada, setidaknya sampai cuaca kembali normal. Ini berkah yang harus kita syukuri,” ujar Otoy.

Dengan kerja keras dan sikap optimis, nelayan Panimbang membuktikan bahwa tantangan alam bisa diubah menjadi peluang besar. Panen raya ikan cekong kali ini tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga harapan baru bagi perekonomian lokal. *(UJG/Red)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular