PANDEGLANG, INST-Media.id – Dunia konservasi kembali dibuat takjub! Tiga anak badak jawa, satwa paling langka di Indonesia, berhasil terpantau di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Penampakan langka ini terekam lewat kamera jebak (camera trap) yang dipasang oleh tim monitoring Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK).
Tiga individu anak badak tersebut muncul di waktu dan lokasi berbeda di wilayah selatan semenanjung Ujung Kulon, menandakan bahwa habitat alami badak jawa masih aktif mendukung perkembangbiakan mereka.
Tim mencatat, anak badak pertama terlihat bersama induknya pada akhir Maret 2025. Anaknya berjenis kelamin betina dan diperkirakan berusia lebih dari dua tahun. Anak kedua yang muncul pada awal April adalah jantan berusia remaja, ditandai dengan sudah tumbuhnya cula.
Sementara itu, tapak anak badak ketiga ditemukan pada 20 April 2025. Ukuran tapak yang lebih kecil menunjukkan bahwa badak ini kemungkinan baru berusia sekitar 4–6 bulan. Penemuan ini memberikan sinyal positif bahwa populasi badak jawa di alam liar perlahan bertambah.
Kabar ini turut dibagikan oleh akun Instagram resmi @kemenhut yang menyebut, “Temuan ini menandai keberhasilan dalam upaya konservasi dan monitoring satwa langka di alam bebas.” tulisnya dikutip, Senin (5/5//2025).
Sebagai informasi, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) masuk dalam daftar merah IUCN sebagai satwa yang sangat terancam punah dan dilindungi penuh di Indonesia.
Temuan ini bukan hanya menggembirakan bagi pegiat konservasi, tapi juga menjadi pengingat bahwa alam Indonesia masih menyimpan keajaiban. Semoga upaya perlindungan ini terus membuahkan hasil nyata. *(RED)



