LEBAK, INST-Media.id – Suasana panas mewarnai halaman Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN IV di Kertajaya, Kecamatan Banjarsari, Lebak, Senin (19/5/2025). Ratusan petani sawit dari wilayah Lebak dan Pandeglang kompak turun ke jalan. Mereka menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban soal dugaan permainan timbangan yang diduga membuat hasil panen mereka “raib” hingga miliaran rupiah.
Para petani menilai, alat timbangan milik pabrik tidak akurat sejak awal 2025. Mereka meyakini ada pengurangan berat saat penimbangan tandan buah segar (TBS) yang menyebabkan kerugian besar. Bahkan, pihak Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Banten mengklaim total kerugian mencapai Rp3,6 miliar akibat selisih sekitar 4 persen per pengiriman.
“Sampai sekarang janji ganti rugi dari pabrik belum terealisasi. Padahal kami sudah beberapa kali demo,” ujar Wawan, Ketua DPW Apkasindo Banten.
Namun PTPN IV menepis semua tudingan. Melalui perwakilannya, Ibnu Saputra Sutomo, mereka menyebut belum menerima laporan resmi dari petani. Ia menegaskan timbangan pabrik telah melalui pemeriksaan dan tersegel, sehingga kecil kemungkinan terjadi manipulasi.
“Kami juga sudah membawa persoalan ini ke jalur hukum untuk memastikan kebenaran dan melindungi nama baik perusahaan,” tegas Ibnu.
Kini, kedua pihak saling melapor. Para petani berharap ada jalan tengah agar mereka bisa kembali menjual sawit dan menghidupi keluarga tanpa beban kerugian. *(RED)



