PANDEGLANG, INST-Media.id – Tikus bukan cuma hama di rumah, tapi juga bisa membawa penyakit serius yang bisa berujung kematian: leptospirosis. Penyakit ini masih banyak diabaikan, padahal Indonesia termasuk negara dengan angka kasus dan kematian yang tinggi.
Leptospirosis adalah infeksi bakteri Leptospira yang menyebar lewat air atau tanah yang tercemar urine hewan, terutama tikus. Penularannya bisa terjadi ketika seseorang berjalan tanpa alas kaki di genangan air, sawah, selokan, atau banjir, apalagi jika ada luka terbuka di tubuh.
Bakteri penyebab leptospirosis bisa bertahan di lingkungan lembap selama berminggu-minggu. Saat musim hujan atau pasca-banjir, risiko penyebaran meningkat drastis. Itu sebabnya, penyakit ini sering muncul sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah daerah.
Gejalanya Mirip Flu, Tapi Bisa Mematikan
Leptospirosis kerap diawali dengan gejala ringan seperti demam, sakit kepala, nyeri betis, mual, dan muntah. Namun jika tidak ditangani, bisa berkembang menjadi komplikasi serius: gagal ginjal, kerusakan hati, perdarahan organ dalam, hingga kematian. Pada kasus berat, mata dan kulit penderita bisa menguning akibat gangguan hati (jaundice).
Begini Cara Mencegahnya:
1. Hindari Genangan Air: Jangan kontak langsung dengan banjir, selokan, atau sawah tanpa pelindung.
2. Pakai APD Saat Kerja di Area Rawan: Gunakan sepatu bot dan sarung tangan.
3. Jaga Kebersihan: Cuci tangan dan tubuh setelah beraktivitas di luar rumah.
4. Kontrol Tikus di Rumah: Bersihkan lingkungan, tutup makanan rapat, dan buang sampah dengan benar.
5. Segera ke Puskesmas Jika Demam: Terutama jika disertai nyeri otot, muntah, dan riwayat kontak dengan air tercemar.
Puskesmas dan Dinas Kesehatan daerah biasanya rutin memberikan edukasi dan pemantauan terhadap penyakit ini, terutama saat musim hujan tiba.
Jangan remehkan tikus! Leptospirosis bisa datang diam-diam dan membawa petaka. *(NSA/RED)



