LEBAK, INST-Media.id – Hari pertama masuk asrama Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak diwarnai momen haru. Orang tua tampak antusias sekaligus emosional saat melepas anak mereka untuk tinggal di asrama yang akan menjadi tempat belajar sekaligus rumah baru bagi para siswa dari keluarga kurang mampu, Jumat (1/8/2025).
Sejak pagi, suasana Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Banten di Jalan Siliwangi, Rangkasbitung, dipenuhi orang tua yang datang membawa koper, tas besar, hingga kantong plastik berisi kebutuhan anak mereka. Beberapa tampak menahan air mata ketika akhirnya harus meninggalkan buah hati di depan kamar asrama.

Setiap kamar hanya dihuni dua siswa dan sudah dilengkapi tempat tidur, meja belajar, lemari, dan kamar mandi pribadi. Program ini menjadi angin segar bagi anak-anak yang sebelumnya nyaris putus sekolah akibat masalah biaya.
Hera, salah satu siswa baru, mengaku sempat sedih harus tinggal jauh dari orang tuanya, tetapi senang akhirnya bisa sekolah lagi.
“Awalnya takut tinggal di asrama, tapi saya senang bisa lanjut sekolah,” ucapnya.
Di sisi lain, Irah, orang tua siswa, juga tak kuasa menahan rasa haru.
“Awalnya berat melepas anak, tapi demi masa depannya, saya ikhlas,” katanya.
Saat ini ada 100 siswa SMA yang tinggal di asrama Sekolah Rakyat BPMP Lebak. Program ini diharapkan menjadi jalan keluar bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk tetap mengenyam pendidikan, sekaligus bagian dari upaya pengentasan kemiskinan di Banten. *(RED)



