PANDEGLANG, INST-Media.id – Banjir besar yang melanda Kabupaten Pandeglang sejak Senin (2/12/2024) belum menunjukkan tanda-tanda surut di beberapa wilayah. Sebanyak 16 kecamatan terdampak, dan salah satu yang paling parah adalah Kecamatan Pagelaran. Air masih menggenangi rumah-rumah warga hingga kedalaman dua meter.
Kampung Bojong Kondang, Desa Sukadame, menjadi salah satu daerah yang terisolasi akibat tingginya air. Warga di sana kesulitan mendapatkan akses bantuan, sehingga tim medis harus menggunakan perahu untuk memberikan pengobatan.

Tim medis menembus banjir menggunakan perahu untuk memberikan layanan kesehatan kepada warga di desa terisolasi di Pagelaran, Pandeglang. INST-Media
“Kami harus berjalan kaki dan naik perahu ke lokasi. Banyak warga mengeluhkan penyakit seperti gatal-gatal, ISPA, hingga diare akibat air yang kotor,” kata Kepala Puskesmas Pagelaran, H. Asep Saepullah.
Selain penyakit, warga juga mengalami kelelahan karena minim istirahat selama banjir berlangsung. Meski begitu, belum ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit. Semua keluhan masih bisa ditangani oleh tim kesehatan di lapangan.
Di sisi lain, sejumlah wilayah seperti Pulosari, Cibaliung, dan Menes mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Namun, kawasan Pagelaran, Patia, dan Sukaresmi masih terendam air. Ribuan warga terpaksa bertahan di lokasi dengan kondisi yang memprihatinkan.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama BPBD terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan jika hujan lebat kembali turun.
“Jaga kebersihan dan hindari bermain di genangan air, terutama anak-anak, karena bisa menimbulkan penyakit serius,” tambah H. Asep.
Warga berharap air segera surut agar mereka bisa kembali beraktivitas normal dan ancaman penyakit dapat diminimalkan. Sementara itu, tim gabungan terus berupaya memberikan bantuan dan layanan kesehatan di lokasi terdampak.*(UJG/RED)



