PANDEGLANG, INST-Media.id – Musim hujan yang biasanya membawa berkah justru menjadi mimpi buruk bagi para petani cabai di Kecamatan Banjar, Pandeglang, Banten. Ribuan ulat bor menyerang tanaman cabai di area ini, menyebabkan kerusakan parah yang membuat para petani merugi hingga jutaan rupiah.
Intensitas curah hujan yang tinggi menciptakan kondisi ideal bagi hama-hama perusak, terutama ulat bor, untuk berkembang biak dengan pesat. Petani di Kampung Mogana, Desa Mogana, mengeluhkan kondisi tanaman cabai mereka yang rusak akibat hama ulat bor serta hama lain seperti lalat buah dan antraknosa. Akibatnya, cabai-cabai yang ditanam tampak berlubang dan banyak yang membusuk bahkan sebelum dipanen.

Juli, seorang petani cabai di Mogana, menjelaskan bahwa serangan hama semakin intens saat hujan terus mengguyur. “Kualitas cabai menurun drastis. Banyak yang bolong atau jatuh membusuk di pohon. Ini mengurangi hasil panen kami, dan penghasilan pun turun,” ujarnya baru-baru ini
Tidak sedikit batang cabai yang dipenuhi ulat bor hingga membuat buah dan daun rusak. Kondisi ini membuat petani resah karena ancaman gagal panen yang semakin nyata.

Mereka berharap pemerintah setempat dapat segera turun tangan membantu para petani dalam membasmi hama yang mengancam mata pencaharian mereka.*(RED)



