Saturday, April 18, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenDiresmikan Anies Baswedan, Jembatan di Pandeglang Jadi Simbol Gotong Royong dan Harapan...

Diresmikan Anies Baswedan, Jembatan di Pandeglang Jadi Simbol Gotong Royong dan Harapan Baru

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

PANDEGLANG, INST-Media.id – Harapan baru akhirnya hadir bagi warga Kampung Cikembang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang. Setelah bertahun-tahun bertaruh nyawa menyeberangi jembatan kayu rapuh, mereka kini memiliki jembatan permanen yang aman dan kokoh. Jembatan ini diberi nama Titian Persatuan dan diresmikan langsung oleh Anies Baswedan pada Rabu, (14/5/2025).

Jembatan sepanjang 47 meter dengan lebar 1,2 meter yang menghubungkan antar kamoung dan desa ini dibangun atas inisiatif gerakan kemanusiaan Aksi Bersama yang digagas oleh Anies. Bukan dibangun oleh kontraktor besar, melainkan hasil gotong royong warga, relawan, dan berbagai pihak yang peduli.

Baca juga:  Wakil Gubernur Banten Resmikan Jembatan Baru di Cikedal Pandeglang, Kini Akses Lebih Mudah!

“Dulu ada ibu hamil yang tak tertolong karena sulit dibawa ke rumah sakit. Kini, jembatan ini bukan hanya penghubung fisik, tapi juga simbol harapan,” kata Anies dalam sambutannya di lokasi.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Warga setempat menyambut penuh syukur. Ketua RT, Surnedi, mengenang betapa rawannya kondisi jembatan lama. “Kayunya sudah leput-leput. Kalau hujan, orang takut lewat. Anak-anak sekolah pun sering terpeleset. Sekarang, alhamdulillah, jembatannya kuat dan aman,” ujarnya.

Arsitek muda, Reza, yang turut merancang jembatan tersebut mengatakan bahwa proyek ini sarat makna. “Ini bukan sekadar membangun struktur beton, tapi membangun kepercayaan dan solidaritas. Di tengah keterbatasan, warga dan relawan memilih bergerak,” ujarnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250
Baca juga:  Jembatan Gantung Rusak Parah, Anak Sekolah di Pandeglang Terpaksa Lalui dengan Bahaya!

Hadirnya Jembatan yang diberi nama Titian Persatuan ini langsung berdampak pada kehidupan warga. Kini mereka lebih mudah mengakses sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan. Ibu Marni, warga setempat, merasakan manfaatnya secara langsung. “Dulu kalau bawa hasil kebun susah sekali. Sekarang bisa lewat dengan tenang,” katanya.

Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, jembatan ini menjadi simbol semangat gotong royong dan harapan bersama. Ia menyatukan dua sisi sungai, juga dua sisi hati, antara perjuangan dan perubahan.

Proyek ini membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari bawah. Ketika masyarakat bersatu, impian sebesar apa pun bisa diwujudkan, bahkan tanpa anggaran besar atau alat berat. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular