Tuesday, May 26, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaDuniaKetika Teknologi Jadi Senjata: Kenapa Relawan Global Sumud Flotilla Rela Buang Ponsel...

Ketika Teknologi Jadi Senjata: Kenapa Relawan Global Sumud Flotilla Rela Buang Ponsel Mereka ke Laut?

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

ANKARA, INST-Media.id – Di era digital, ponsel ibarat “nyawa kedua” bagi banyak orang. Namun bagi kru dan relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang berlayar membawa bantuan menuju Gaza, benda kecil itu justru berubah menjadi ancaman.

Momen dramatis terjadi di kapal Alma ketika kapal perang Israel mendekat hingga hanya dua meter. Sesuai protokol keamanan, seluruh kru dan penumpang diperintahkan membuang ponsel mereka ke laut.

Alasannya sederhana tapi krusial: setiap perangkat bisa disusupi, disadap, bahkan dipakai untuk mengendalikan sistem kapal. “Setiap perangkat bisa jadi mata-mata,” ungkap salah satu jurnalis yang ikut dalam misi tersebut.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Biasanya, ponsel identik dengan gaya hidup modern hiburan, komunikasi, hingga media sosial. Tapi di laut lepas, teknologi itu berubah jadi risiko. Demi keselamatan dan kelancaran misi, para relawan harus merelakan gadget mereka hilang ditelan ombak.

Kronologi Menit-Menit Mencekam

- Advertisement -
space iklan 300x250

Serangan terhadap armada GSF berlangsung dramatis sejak dini hari Kamis (2/10/2025):

  • 00:23–00:55 – Radar mendeteksi 10–12 kapal tak dikenal. Alarm berbunyi, kamera terganggu, kru mulai membuang ponsel.
  • 01:01–01:31 – Kapal Israel semakin dekat, hanya kurang dari 1 mil laut dari Alma dan Florida.
  • 02:17–02:32 – Kontak dengan kapal Sirius hilang lebih dari 40 menit. Pintasan terhadap Sirius dan Alma dikonfirmasi.
  • 03:01–04:39 – Kapal Adara, Yulara, dan All In diserang dengan meriam air, membuat kamera lumpuh.
  • 04:52–06:27 – Serangan meluas. Grande Blue, Estrella, Aurora, dan Maria Cristina dipaksa berhenti.

Tak hanya kapal, sejumlah relawan juga ditahan, termasuk warga negara Malaysia.

PM Malaysia Anwar Ibrahim Desak Pembebasan Aktivis

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengecam keras tindakan Israel yang memintas flotilla dan menahan aktivis. Ia menegaskan misi tersebut murni kemanusiaan dan menuntut pembebasan segera semua relawan.

“Ini misi kemanusiaan yang membawa orang awam tidak bersenjata bersama bantuan yang amat diperlukan oleh rakyat Gaza,” tegas Anwar di platform X.

Menurutnya, dengan menghalangi flotilla, Israel bukan hanya memperlekeh hak asasi rakyat Palestina, tetapi juga menginjak nurani masyarakat dunia. “Kerajaan Malaysia akan mengambil segala langkah sah untuk menuntut pertanggungjawaban Israel. Keselamatan rakyat Malaysia menjadi keutamaan,” ujarnya.

Malaysia, tambah Anwar, akan terus berdiri teguh bersama Palestina dan tidak akan berhenti menentang kezaliman Israel. *(RED)

 

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular