Wednesday, February 18, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaLebakKisah Pilu Ai, Siswi Lebak yang Jualan Es Lilin Keliling 7 Km...

Kisah Pilu Ai, Siswi Lebak yang Jualan Es Lilin Keliling 7 Km untuk Bisa Makan

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

LEBAK, INST-Media.id — Kisah memilukan datang dari Entim Mulihati atau AI, siswi asal Kampung Singa Agung, Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten. Di usianya yang masih belia, AI harus berjuang keras dengan berjalan kaki 5 hingga 7 kilometer setiap hari untuk menjual es lilin demi memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan sang adik.

AI terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayah kandung maupun ayah tirinya pergi tanpa kabar. Sementara ibunya kini bekerja di Jakarta sebagai asisten rumah tangga dan belum mampu mengirimkan nafkah secara rutin.

Setiap pagi, AI berkeliling kampung membawa kantong berisi es lilin. Dengan senyum penuh harap, ia menawarkan dagangannya dari rumah ke rumah. Jika cuaca panas dan pembeli ramai, ia bisa membawa pulang sekitar Rp20 ribu. Namun saat sepi, ia hanya mendapatkan setengahnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Uangnya buat beli mi instan untuk makan sama adik,” ucap AI lirih saat ditemui di rumahnya yang hampir roboh.

Rumah Hampir Roboh
Kondisi rumah sederhana yang dihuni siswi miskin di Lebak. Bangunan berdinding bambu dan berlantai tanah ini menjadi tempat tinggal sang siswi yang setiap hari berjalan kaki 7 km sambil menjual es lilin demi bisa makan. (Foto : INST-Media)

Selain berjualan es lilin, AI juga mengajar mengaji anak-anak sekitar untuk mendapatkan tambahan uang. Semua ia lakukan demi memastikan adiknya tetap makan dan bisa bertahan hidup.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Kondisi rumah AI makin memperihatinkan. Rumah semi permanen berbahan bambu dan atap rumbia itu sudah lapuk dan rawan ambruk, terutama di musim hujan seperti sekarang. Menurut Sulas, tetangga AI, rumah tersebut bisa runtuh kapan saja.

“Kalau anginnya kencang, kami takut rumahnya tiba-tiba ambruk. Pemerintah harus segera membantu,” ujar Sulas.

Warga berharap pemerintah daerah turun tangan membantu pendidikan AI dan memperbaiki rumah yang ditempati dua anak ini. Mereka menganggap kisah AI adalah potret nyata kemiskinan ekstrem yang masih terjadi di pedesaan Lebak. *(RED)

 

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular