Friday, April 17, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenMisteri di Balik Pembunuhan Sadis Bocah Cilegon di Lebak: Dari Dendam Utang...

Misteri di Balik Pembunuhan Sadis Bocah Cilegon di Lebak: Dari Dendam Utang hingga Eksekusi Brutal

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

CILEGON, INST-Media.id – Kasus pembunuhan sadis seorang bocah perempuan di Cilegon mengguncang masyarakat. Mayat korban yang dililit lakban ditemukan di tepi Pantai Cihara, Lebak, Banten, setelah sebelumnya diculik dan dieksekusi secara brutal oleh tiga pelaku.

Awalnya, ketiga pelaku yakni Saenah, Rahmi, dan Emi menargetkan ibu korban sebagai sasaran pembunuhan. Saenah dan Rahmi merasa kesal karena terlilit utang pinjaman online kepada ibu korban, sedangkan Emi menyimpan dendam karena anaknya sering dimarahi oleh ibu korban.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Hardi Meidikson, menjelaskan bahwa “pembunuhan ini telah direncanakan selama sebulan dengan ibu korban sebagai target awal. Namun, karena beberapa faktor, eksekusi tidak berjalan sesuai rencana, sehingga mereka beralih ke anaknya,” ujarnya di Polres Cilegon pada Senin (23/9/2024).

- Advertisement -
space iklan 300x250

Pada hari eksekusi, Saenah dan Emi sudah bersembunyi di sekitar rumah korban. Begitu ibu korban keluar, kedua pelaku langsung menculik anak perempuan tersebut dan membawanya ke sebuah gudang. Di dalam gudang, korban dibunuh dengan cara yang sangat keji.

Saenah dan Emi melilitkan lakban di wajah korban untuk membungkamnya, memukulnya dengan shock breaker, dan akhirnya menutup wajahnya dengan bantal sebelum mendudukinya hingga korban tewas. “Mulut korban ditutup dengan lakban karena ia sempat melawan. Setelah itu, korban dipukul di bagian belakang dengan shock breaker,” jelas Hardi.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Setelah korban meninggal, kedua pelaku memasukkan mayatnya ke dalam boks plastik sebelum memindahkannya ke dalam tas ransel untuk dibuang jauh dari lokasi pembunuhan.

Setelah eksekusi selesai, Saenah menghubungi Rahmi untuk memberitahukan bahwa pembunuhan telah dilakukan. Rahmi kemudian mendatangi ibu korban dan menyarankan agar segera melaporkan kehilangan anaknya ke Polres Cilegon.

Ketiga pelaku sempat bersembunyi di Kramatwatu, Serang, sebelum akhirnya berkumpul di Pandeglang bersama dua rekan mereka, Yayan dan Ujang. Mereka kemudian bersepakat untuk membuang jasad korban di kawasan Cihara, Lebak.

“Mereka membawa korban ke Cihara menggunakan dua kendaraan bermotor dan membuangnya di dekat jembatan,” kata Hardi.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini melibatkan lima tersangka yang memiliki peran masing-masing. Dia menyatakan bahwa “Emi dan Saenah merupakan eksekutor utama, sementara dua pelaku lainnya hanya membantu membuang jenazah korban. Motif di balik pembunuhan ini terkait dengan utang dan dendam terhadap ibu korban.”

Kasus ini telah memicu keprihatinan luas. Kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam tindakan keji ini. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan memberikan informasi jika mengetahui hal-hal terkait kasus ini.

Pembunuhan sadis ini mengungkap sisi gelap dendam dan keserakahan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang anak tak berdosa. Aparat keamanan masih mendalami kasus ini untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular