CILEGON, INST-Media.id – Operasi SAR KM Marina 7 resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil. Dua Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang akibat kebakaran kapal nelayan di perairan barat Pulau Ular, Kecamatan Ciwandan, Cilegon, Banten dinyatakan masih hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menyampaikan, seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama kejadian. Namun hingga hari terakhir, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban bernama Rendi dan Ahmad.
Kasubsie Siaga dan Operasi Rizky Dwianto menjelaskan, pencarian dilakukan menyeluruh dengan mengerahkan kapal BASARNAS seperti KN SAR 247 Tetuka serta RIB 02 Banten. Tim menyisir laut berdasarkan peta prediksi arah hanyut korban (SAR Map), mencakup jalur utama hingga area berpotensi terbawa arus.
“Selama tujuh hari kami maksimalkan penyisiran laut dengan berbagai metode. Setelah evaluasi sesuai SOP, operasi resmi dihentikan dan dilanjutkan pemantauan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Sebelumnya, insiden kebakaran KM Marina 7 melibatkan 31 orang. Sebanyak 28 korban selamat, satu meninggal dunia, dan dua lainnya hilang.
Meski operasi dihentikan, Basarnas tetap mengimbau nelayan maupun kapal yang melintas di sekitar lokasi untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda korban.
Pihak keluarga diharapkan tetap kuat, sementara tim SAR memastikan komunikasi dan pemantauan akan terus dilakukan. *(RED)



