RIYADH, iNST-Media.id – Arab Saudi bakal memperketat pengawasan Haji 2025 dengan dukungan teknologi AI. Mulai 29 April, hanya jemaah dengan visa haji resmi yang boleh masuk Makkah. Hotel-hotel dilarang menerima tamu ilegal, dan pelanggar akan ditindak tegas.
Semua jemaah yang ingin melaksanakan ibadah haji wajib memiliki visa haji resmi, bukan visa wisata atau umrah. Aturan ini berlaku selama musim haji untuk menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan ibadah.
Teknologi AI untuk Pantau Jemaah
Pemerintah Arab Saudi telah mengintegrasikan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk memantau pergerakan jemaah dari pintu masuk Makkah hingga ke Masjidil Haram. AI ini mampu mendeteksi kerumunan secara real-time dan membantu mencegah kepadatan yang bisa membahayakan keselamatan jemaah.
Menurut Mohammed Abdullah Al Bassami, Direktur Keamanan Publik, sistem ini dirancang untuk melindungi keselamatan dan martabat para tamu Allah. “Keamanan adalah garis merah,” tegasnya dinukil dari Saudi Gazzete.
Sanksi Tegas bagi Pelanggar
Jemaah umrah yang belum meninggalkan Arab Saudi hingga 29 April akan dianggap melanggar aturan. Mereka terancam sanksi tegas, mulai dari denda, deportasi, hingga penjara. Hotel atau tempat usaha yang melayani jemaah tak resmi juga bisa dikenai hukuman.
Tak hanya memberi peringatan, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi turut melakukan penyisiran ke berbagai penjuru wilayah guna menertibkan jemaah yang melanggar. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh penyedia layanan umrah dan haji wajib mematuhi kebijakan ini demi kelancaran dan keselamatan pelaksanaan haji.
Dengan penerapan teknologi dan penegakan hukum yang ketat, Arab Saudi berharap Haji 2025 berlangsung lebih tertib, aman, dan efisien. Pelanggaran visa dan akomodasi nggak cuma bikin masalah hukum, tapi juga bikin sistem teknologi pengelolaan haji jadi terganggu. *(EPL/RED)



