CILEGON,iNST-Media.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cilegon menyangkal tak ada pegawai sesuai dengan profil Whatsapp pada penipuan aktivasi IKD.
Sehingga, mereka mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Disdukcapil dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Penipuan ini dilakukan melalui pesan WhatsApp dan telepon, dengan meminta verifikasi data serta mengarahkan korban untuk mengklik tautan tertentu.
Kepala DisDukcapil Kota Cilegon Efa Syarifah menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menghubungi warga melalui telepon atau WhatsApp untuk melakukan aktivasi IKD.
“Kami tidak pernah menghubungi warga, apalagi di luar jam kerja atau hari libur, untuk meminta verifikasi data atau aktivasi IKD,” kata Eva, Selasa (18/3/2025).
Modus penipuan ini telah memakan korban hingga puluhan juta. Disdukcapil pun telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kejadian ini.
“Ketika berita ini sampai ke kami, langsung kami tindak lanjuti dengan penyebaran informasi melalui media sosial, termasuk Instagram, Facebook, dan status WhatsApp pegawai Disdukcapil,” ujarnya.
Terkait pelaku yang mencatut nama dan foto pegawai Disdukcapil, Efa memastikan bahwa orang tersebut bukan bagian dari instansinya.
“Itu bukan pegawai kami, nama dan fotonya,” tuturnya.
Pihaknya juga menekankan bahwa edukasi kepada masyarakat telah dilakukan sejak tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Namun, ia tetap mengingatkan agar masyarakat lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan panggilan atau pesan dari nomor tak dikenal.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta untuk tidak memindai barcode atau mengklik tautan yang dikirim oleh pihak yang tidak resmi. Jika menerima pesan mencurigakan, warga diimbau segera melaporkannya ke pihak berwenang.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban kejahatan siber yang semakin marak terjadi. (KR)



