Saturday, June 20, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenPsikolog Ungkap Sosok di Balik Mutilasi Sadis di Serang: Bukan Sekadar Emosi!

Psikolog Ungkap Sosok di Balik Mutilasi Sadis di Serang: Bukan Sekadar Emosi!

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

SERANG, INST-Media.id – Kasus mutilasi yang mengguncang warga Serang, Banten, terus mengundang perhatian publik. Korban, seorang perempuan muda yang diduga sedang hamil, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Pelakunya adalah pacarnya sendiri, M (21), yang diduga nekat melakukan aksi keji itu usai terjadi cekcok.

Namun, menurut Tia Rahmania, psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Provinsi Banten, kasus ini tak bisa dilihat semata karena pelaku terbakar emosi.

Baca juga:  Terbongkar! Korban Mutilasi di Serang Masih Bernyawa saat Dimutilasi, Keluarga Tuntut Pelaku Dihukum Mati

“Kalau hanya emosi, orang masih bisa berpikir jernih. Tapi ini lebih dari itu. Ada tekanan batin, rasa takut, dan ketidaksiapan mental yang jadi pemicu,” ujar Tia melalui video di akun Instagram resminya dikutip, Selasa (22/4/2025).

- Advertisement -
space iklan 300x250

Tia menilai pelaku kemungkinan merasa terpojok saat korban menuntut pertanggungjawaban atas kehamilan. Emosi memuncak dan logika pun tertutup. Tapi yang mengejutkan, kata Tia, tindakan mutilasi justru bisa saja merupakan keputusan lanjutan yang muncul setelah pembunuhan terjadi.

Baca juga:  Sadis! Cemburu dan Minta Dinikahi, Pemuda Serang Bunuh dan Mutilasi Mantan Pacar

“Kalau dia harus pulang dulu ambil alat, itu menandakan mutilasi bukan rencana awal. Tapi ini tetap menunjukkan ada kesadaran dalam prosesnya,” jelasnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Ia juga menegaskan, pendidikan berperan besar dalam mengendalikan emosi dan berpikir panjang. “Orang yang terbiasa mempertimbangkan konsekuensi, tidak akan bertindak sebrutal ini,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Donald Rinaldi dari RS Bhayangkara mengungkap bahwa korban sempat masih hidup saat dimutilasi dan juga mengalami luka bakar. Fakta ini membuat keluarga korban menuntut hukuman mati bagi pelaku.

Baca juga:  Polresta Serang Ungkap Tersangka Kasus Pembunuhan Mutilasi

Tia mengingatkan agar publik tidak langsung melabeli pelaku dengan sebutan “gila”. “Ada proses asesmen untuk menyatakan itu. Jangan asal tuduh,” tegasnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Namun, analisis psikolog seperti Tia membantu membuka wawasan publik di balik tindakan keji seperti ini. *(EPL/RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular