Friday, April 17, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenRamai Isu Erupsi, Badan Geologi Tegaskan Gunung Anak Krakatau Masih Level Waspada

Ramai Isu Erupsi, Badan Geologi Tegaskan Gunung Anak Krakatau Masih Level Waspada

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

PANDEGLANG, INST-Media.id – Isu erupsi Gunung Anak Krakatau yang beredar di masyarakat dipastikan tidak benar. Badan Geologi Kementerian ESDM menegaskan, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level II (Waspada), Sabtu (13/12/2025).

Dalam laporan resminya, Badan Geologi menyebutkan bahwa hingga Jumat (12/12/2025), tidak teramati adanya asap kawah maupun letusan. Aktivitas gunung masih didominasi oleh kegempaan vulkanik ringan yang terekam alat seismograf.

Tercatat satu kali gempa vulkanik dangkal dan tremor menerus dengan amplitudo rendah. Selain itu, terdapat gempa low frequency dan gempa vulkanik dangkal yang masih dalam batas kewajaran untuk status waspada.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Petugas Pemantau Gunung Anak Krakatau, Deni Mardiono, menegaskan bahwa informasi erupsi yang beredar tidak benar. “Erupsi terakhir Gunung Anak Krakatau terjadi pada 16 Desember 2023. Sampai saat ini tidak ada erupsi dan aktivitas gunung masih dalam status Level II atau waspada,” ujarnya.

Gunung Anak Krakatau
Petugas memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sistem komputer di pos pengamatan kawasan pesisir Banten. (Foto: INST-Media)

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan. “Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan hanya mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi atau instansi terkait,” kata Deni.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Sementara itu, salah satu warga pesisir, Oyok, mengaku sempat khawatir dengan isu yang beredar di media sosial. “Awalnya kami takut karena isu erupsi ramai beredar. Tapi setelah dipastikan tidak ada aktivitas erupsi, kami mulai tenang kembali,” ungkapnya.

Pemerintah daerah memastikan langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk jalur dan titik evakuasi, sebagai antisipasi jika terjadi perubahan status Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diimbau hanya mengakses informasi dari sumber resmi agar tidak terprovokasi oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular