LEBAK, INST-Media.id – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak, Banten, menyebabkan pergerakan tanah yang merusak rumah warga di Desa Prabu Gantungan, Kecamatan Cileles. Pada Senin, 9 Desember 2024, sekitar pukul 09.00 WIB, pergerakan tanah yang cukup besar mengakibatkan kerusakan parah pada beberapa rumah di daerah tersebut.
Sebanyak sembilan rumah terdampak, dengan empat rumah mengalami kerusakan parah. Dinding rumah yang retak, lantai yang pecah, hingga dapur yang ambruk menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan di lokasi kejadian.
Lima rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Pergerakan tanah ini sangat terasa dan merusak struktur bangunan yang tidak mampu bertahan.
Akibat kerusakan ini, empat keluarga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga karena rumah mereka tidak lagi layak dihuni. Mereka hanya memiliki bahan seadanya, seperti bambu, untuk menopang dinding rumah yang hampir roboh.
Sanara, salah satu korban, menceritakan bahwa rumahnya sudah ketiga kalinya mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Ia terpaksa meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke rumah tetangga karena kondisi rumahnya yang sangat parah.
“Rumah saya hampir roboh, sudah tiga kali mengalami kerusakan seperti ini. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah karena kami memerlukan biaya besar untuk memperbaiki rumah,” ujar Sanara penuh harap.
Sementara itu, Kepala Desa Prabu Gantungan, Desi Kurniawati, mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mengatasi masalah ini dengan segera.
“Kami sudah mengajukan bantuan kepada pemerintah daerah Kabupaten Lebak. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar masalah pergerakan tanah ini bisa segera ditangani,” ujarnya.
Selain bantuan untuk warga yang terdampak, pihak desa juga meminta perhatian khusus dari pemerintah untuk menangani pergerakan tanah yang bisa berpotensi merusak lebih banyak rumah dan membahayakan keselamatan warga. Masyarakat sekitar pun diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun kerugian materiil cukup besar. Pihak pemerintah daerah diharapkan segera merespons agar bencana serupa tidak terulang dan agar warga dapat kembali menempati rumah mereka dengan aman. (SPN/RED)



