CILEGON, INST-Media.id – Pemerintah Pemerintah Kota Cilegon menggelar dialog terbuka bersama mahasiswa sebagai ajang refleksi satu tahun kepemimpinan Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo, Jumat (20/2/2026). Kegiatan di Rumah Dinas Wali Kota ini menjadi ruang kritik sekaligus evaluasi kinerja pemerintah.
Forum tersebut dihadiri organisasi mahasiswa seperti HMI, GMNI, PMII, hingga Forum BEM Cilegon. Dalam sambutannya, Robinsar menegaskan pemerintah membuka diri terhadap aspirasi generasi muda.
“Kami sangat terbuka. Kritik dan masukan itu penting demi kebaikan Kota Cilegon,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, di awal masa jabatan, Pemkot dibebani utang daerah sekitar Rp135 miliar. Setelah dilakukan rasionalisasi anggaran dan penyesuaian belanja, kondisi keuangan berhasil membaik.
“Alhamdulillah, akhir 2025 kita tidak lagi defisit dan memiliki Silpa sekitar Rp80 miliar,” jelasnya.
Dengan fiskal yang lebih sehat, Pemkot kini memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Kuota beasiswa naik dari 511 menjadi 726 penerima, pembangunan puskesmas rawat inap ditargetkan di tiap kecamatan, serta perbaikan jalan mendapat dukungan pendanaan puluhan miliar dari pusat dan provinsi.
Sementara itu, Fajar menilai kritik mahasiswa justru menjadi bentuk kepedulian.
“Yang berbahaya itu kalau pemudanya diam. Kami ingin semua aspirasi disampaikan langsung,” tegasnya. *(RED)



