LEBAK, INST-Media.id – Kisah menyayat hati datang dari pelosok Lebak, Banten. Seorang bocah bernama Muhammad Toha, berusia 8 tahun, ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan tubuhnya nyaris tinggal tulang. Ia hanya bisa terbaring di rumah sederhana orang tuanya di Kampung Neglasari, Desa Wanasalam.
Toha diduga mengalami stunting berat akibat kekurangan gizi, dan lebih miris lagi, ia belum pernah mendapatkan perawatan medis layak sejak mulai sakit di usia 7 tahun. Keluarganya yang hidup dalam keterbatasan ekonomi hanya bisa pasrah melihat kondisinya yang semakin memburuk.
“Kami enggak punya uang untuk bawa ke rumah sakit, makan pun kadang seadanya,” ungkap Abing, ayah Toha dengan suara lirih, Rabu (9/7/2025).
Kondisi bocah ini akhirnya viral dan mengundang perhatian pemerintah. Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusuma, langsung turun tangan. Ia memerintahkan RSUD Malingping untuk segera menerima dan merawat Toha tanpa syarat apa pun.
“Selama dia warga Banten dan punya KTP Banten, tidak boleh ada rumah sakit yang menolak. Harus ditangani,” tegas Dimyati saat dikonfirmasi.
Kini, Toha sudah mendapatkan perawatan medis dan mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun, kisahnya membuka mata banyak pihak tentang betapa masih banyak anak-anak di pelosok Banten yang terabaikan karena kemiskinan. *(RED)



