ACEH TAMIANG, INST-Media.id – Tim Liputan INST-Media bersama relawan yang dipimpin Ipah Atmawiah, Founder Icikiwir Berbagi, menerobos langsung lokasi banjir bandang di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (11/12/2025). Banjir yang terjadi pada 27 November 2025 ini menjadi salah satu bencana terparah di wilayah tersebut.
Desa Sekumur dihuni 1.882 jiwa dari 290 kepala keluarga, dan hampir seluruh warga terdampak. Satu orang dilaporkan meninggal dunia. Hampir 90 persen rumah warga rusak, fasilitas umum seperti masjid dan MCK ikut hanyut, sementara listrik masih padam total sampai hari ke-15 pascabencana. Akses komunikasi sempat terputus karena jaringan internet yang tidak stabil.
“Kerusakan di desa ini sangat parah. Alhamdulillah dua hari terakhir sudah ada genset dan Starlink untuk komunikasi dengan keluarga di luar daerah,” kata Ipah Atmawiah saat meninjau lokasi.
Tim relawan terus menyalurkan bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, dan kebutuhan mendesak bagi warga yang kehilangan rumah maupun fasilitas hidup lainnya.
Salah seorang warga, Rina, berharap bantuan dari pemerintah tidak hanya berupa santunan, tetapi juga kesempatan kerja agar warga bisa mandiri. “Kalau bisa, kami dikasih pekerjaan, bisa mencari rezeki sendiri, membeli kebutuhan sendiri. Itu yang utama,” ujarnya.
Rina menambahkan bahwa ini pengalaman pertama mereka menghadapi banjir sebesar ini. Rina juga menilai bencana ini sebagai teguran dari Tuhan sekaligus pengingat pentingnya menjaga lingkungan. Hujan deras yang rutin turun di Aceh membuat tanah lembek, sehingga pohon-pohon tak tahan dan terseret arus, memperparah banjir.
“Aceh hampir tiap bulan musim hujan. Tanah jadi lembek, pohon-pohon tak tahan, kena banjir kuat, akhirnya tumbang,” katanya.
Banjir bandang ini juga menekankan perlunya kesiapsiagaan warga dan dukungan fasilitas pemerintah untuk pemulihan pasca-bencana. Dengan bantuan tim relawan, warga mulai menerima bantuan penting untuk bertahan hidup dan memulihkan kehidupan sehari-hari.
Ipah Atmawiah menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi warga hingga situasi benar-benar pulih.
Bencana ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat dan pemerintah akan pentingnya mitigasi bencana, persiapan sarana prasarana darurat, serta upaya meningkatkan kemandirian warga dalam menghadapi bencana alam.*(RED)



