PANDEGLANG, INST-Media.id – Ribuan jamaah memadati kediaman almarhum TB Sangadiah di Pandeglang pada acara peringatan 40 hari wafatnya ulama besar Banten itu, Jumat (12/12/2025). TB Sangadiah selama ini dikenal sebagai tokoh kharismatik, pemersatu umat, sekaligus pelestari budaya Banten.
Suasana rumah duka tampak penuh dengan warga yang datang dari berbagai penjuru Nusantara. Doa bersama dipimpin ratusan ulama dan kiai. Bahkan tokoh lintas agama turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Putri almarhum, Ratu Ageng Rekawati, mengungkapkan sejak hari pemakaman hingga kini ribuan warga terus berdatangan. “Masyarakat ingin mendoakan Abah supaya Allah mengampuni segala dosa dan khilafnya. Banyak tokoh agama datang setiap hari,” ucapnya.
Jamaah lainnya, Ustadz Nurbedi, menilai almarhum sebagai sosok teladan. “Beliau sangat santun, berwibawa, dan menghormati siapa pun. Almarhum juga pecinta budaya dan seni pencak silat,” ujarnya.
Semasa hidup, TB Sangadiah selalu menitipkan pesan kepada jamaahnya: banyak bersedekah, menjauhi permusuhan, rendah hati, mudah memaafkan, tidak dengki, dan selalu tersenyum.
Diketahui, KH. Tubagus Sangadiah—tokoh kharismatik, ulama, sekaligus pendekar yang menjabat sebagai Ketua Umum Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN)—telah wafat dan dimakamkan di kediamannya di Kampung Kadu Badak, Pandeglang, pada Senin, 3 November 2025. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Banten. *(RED)



