Wednesday, May 27, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaNasionalTragedi Pejompongan: Ojol Tewas di Bawah Rantis Polisi, Rekaman Warga Bikin Merinding

Tragedi Pejompongan: Ojol Tewas di Bawah Rantis Polisi, Rekaman Warga Bikin Merinding

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

JAKARTA, INST-Media.id – Kericuhan demo di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, berujung tragis. Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Moh. Umar Amirudin (30) meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) polisi di kawasan Pejompongan, Kamis (28/8/2025) malam.

Informasi dihimpun, korban merupakan warga Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa nahas ini terekam video warga dan cepat menyebar di media sosial.

Momen mengerikan itu terekam kamera warga dan cepat menyebar di media sosial. Rekaman video memperlihatkan seorang pria berjaket ojol berada di tengah kerumunan, tepat sebelum rantis melaju kencang untuk membubarkan massa. Naas, korban terseret ke bawah kendaraan hingga terlindas ban belakang. Warga yang melihat berteriak histeris, namun upaya menghentikan rantis sia-sia..

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Ya Allah, itu ada orang ketabrak…,” terdengar suara warga dalam rekaman yang kini viral.

Ojol tewas
Ungkapan duka untuk Moh. Umar Amirudin, pengemudi ojol yang tewas terlindas rantis polisi di Pejompongan, beredar luas di media sosial. Warga dan komunitas ojol membagikan doa dan Al-Fatihah sebagai bentuk penghormatan terakhir. Foto Istimewa

Korban dipastikan meninggal di lokasi. Jenazahnya langsung dievakuasi rekan-rekan ojol ke RS Pelni, Petamburan. Selain itu, sedikitnya lima orang lain dilaporkan luka-luka akibat bentrokan.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Kabar wafatnya Moh. Umar Amirudin cepat menyebar di grup ojek online. Sebuah pesan duka menyentuh hati ikut viral:

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah keluarga kami tercinta, Moh. Umar Amirudin, Kamis 28 Agustus 2025. Semoga Allah SWT melapangkan jalannya, menerima amal ibadahnya, menghapus segala khilaf, dan menempatkannya di surga terbaik-Nya. Aamiin.”

Komunitas ojol di berbagai daerah pun menyampaikan belasungkawa mendalam dan menuntut keadilan atas tragedi ini.

Sebagai informasi, kericuhan awal yang terjadi di depan DPR kemudian merembet hingga ke kawasan Palmerah, Semanggi, dan KS Tubun. Bahkan, massa sempat menduduki rel KRL di Stasiun Palmerah, membuat perjalanan kereta lumpuh total. Aparat menanggapi dengan gas air mata dan water cannon.

Baca juga:  Ledakan PT MCCI Cilegon Bikin Panik, Perusahaan Klarifikasi Hanya Uap Air dari Pipa Outlet

Hingga larut malam, suasana Jakarta masih mencekam. Tragedi Pejompongan kini menjadi sorotan publik dan meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga korban serta komunitas ojol. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular