LEBAK, INST-Media.id – Sementara banyak keluarga lain hidup nyaman di rumah permanen, Irna justru harus membesarkan dua anaknya di sebuah gubuk reyot bekas budidaya jamur.
Sudah tiga tahun lamanya keluarga kecil ini tinggal di Kampung Sindangsono, Desa Sindangsari, Kecamatan Warunggunung, Lebak, Banten. Bangunan tua berlapis terpal plastik itu kini jadi satu-satunya tempat berteduh dari hujan, panas, hingga dinginnya malam.
“Saya cuma ingin anak-anak hidup lebih layak dari kami,” ujar Irna lirih, Kamis (24/7/2025), sambil menatap rumah kecilnya yang hampir roboh.

Tidak ada dinding tembok, tidak ada atap seng, apalagi lantai keramik. Lantai rumah hanya berupa tanah, basah saat hujan, berdebu saat kemarau. Bahkan, ular kerap masuk saat malam.
Suaminya hanya buruh harian di kebun milik orang lain. Penghasilannya tak cukup untuk membangun rumah, apalagi mencicil rumah layak.
Lebih menyedihkan, keluarga Irna tak pernah menerima bantuan sosial. Nama mereka tak pernah masuk daftar penerima PKH maupun BPNT. Padahal, mereka hidup dalam kondisi yang jelas-jelas memprihatinkan.
Irna hanya berharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun para dermawan yang sudi membantu. *(RED)



