LEBAK, INST-Media.id – Warga Kampung Ranca, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, meluapkan kekesalan mereka dengan cara tak biasa. Mereka menanam padi di badan jalan rusak sebagai bentuk protes atas janji pembangunan yang tak kunjung ditepati oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Jalan sepanjang lebih dari lima kilometer yang menghubungkan Cimarga dan Kalanganyar itu telah bertahun-tahun rusak parah. Saat musim hujan, kondisi makin memprihatinkan: berlumpur, licin, dan nyaris tak bisa dilalui kendaraan.
“Sudah terlalu lama kami diam. Kami tanam padi sebagai sindiran. Mungkin kalau sudah jadi sawah, baru dilihat pemerintah,” ucap Nurjanah, salah satu warga, Sabtu (7/6/2025).

Menurutnya, masyarakat sudah memberikan dukungan politik kepada pemimpin daerah dengan harapan ada perubahan. Namun, hingga kini, tidak ada perbaikan nyata.
Aksi penanaman padi juga disertai spanduk protes dan tulisan-tulisan menyindir Gubernur Banten serta program “Bang Andra” yang sempat dijanjikan akan memperbaiki infrastruktur desa. Namun janji itu dianggap hanya wacana belaka.
Kepala Desa Karyajaya, Ahmad Jaeni, turut angkat suara. Ia menjelaskan bahwa jalan tersebut sudah diusulkan ke Dinas PUPR Provinsi Banten dan sempat masuk rencana anggaran tahun 2025. Sayangnya, proyek itu dikabarkan tertunda akibat efisiensi anggaran tanpa penjelasan rinci.
“Saya ikut bingung dan serba salah. Masyarakat menuntut, tapi kami di desa tidak punya kewenangan penuh. Ini jalan kabupaten, dan kami hanya bisa menyampaikan aspirasi,” kata Ahmad.
Ia berharap Pemprov Banten segera memberikan kejelasan dan tindakan konkret, bukan sekadar janji.
“Warga kami bukan cari sensasi, mereka ingin perhatian. Jalan ini penting untuk kehidupan sehari-hari, dari anak sekolah sampai pedagang kecil,” ujarnya.
Aksi ini menjadi simbol kekecewaan masyarakat pedesaan terhadap lambatnya respon pemerintah dalam membenahi infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan. *(RED)



