LEBAK, INST-Media.id – Siapa bilang usaha dari kampung tak bisa go internasional? Seorang warga di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, membuktikannya. Nurhidayah, pengusaha arang asal Lebak, kini rutin mengekspor arang kayu ke sejumlah negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Turki, Damam, dan Jabal Ali.
Mulai merintis usaha sejak 2010, Nurhidayah awalnya hanya melayani pasar lokal. Namun sejak 2017, ia mulai serius masuk ke pasar ekspor. Kini, setiap bulan ia mengirim 20 ton arang menggunakan kontainer 40 feet.
“Satu kilo saya jual 350 USD FOB. Biasanya sebulan sekali kirim, tapi kalau ada permintaan tambahan bisa dua kali,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).
Dalam satu kali ekspor, Nurhidayah mengaku meraup keuntungan bersih lebih dari Rp20 juta. Sedangkan total omzet bulanan dari usaha arang ini berkisar antara Rp100 juta hingga Rp150 juta. Angka yang cukup fantastis untuk skala usaha rumahan di pedesaan.
Meski sukses, tantangan tetap ada. Terutama soal pasokan bahan baku saat musim hujan. “Kalau hujan, truk gak bisa masuk ke hutan, jadi pasokan kayu sulit,” ungkapnya. Saat ini, ia dibantu lima karyawan untuk mengelola produksi.
Kisah Nurhidayah menjadi bukti bahwa dengan kegigihan dan strategi jitu, warga desa pun bisa bersaing di pasar ekspor dan mengangkat potensi lokal ke kancah global. *(RED)



