JAKARTA, INST-Media.id – Seblak merupakan salah satu jajanan khas Bandung yang kini populer di seluruh Indonesia. Dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma khas bumbu kencurnya, seblak banyak digemari mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Namun, di balik kelezatannya, muncul pertanyaan yang sering dicari, apakah seblak baik untuk kesehatan atau tidak?
Seblak umumnya dibuat dari kerupuk basah yang dimasak bersama bumbu pedas, kencur, cabai, bawang, serta tambahan seperti telur, sosis, bakso, sayuran, bahkan ceker ayam.
Beberapa bahan dalam seblak memiliki nilai gizi yang bermanfaat. Namun, kerupuk yang menjadi bahan utama seblak umumnya terbuat dari tepung tapioka dengan kandungan karbohidrat tinggi dan rendah serat.
Jika dimasak dengan banyak minyak atau bumbu instan, kadar lemak, garam, dan kalorinya bisa meningkat drastis.
Lalu bagaimana agar seblak bisa lebih sehat? Tentunya, kamu bisa menambahkan sayuran segar seperti sawi, kol, atau wortel agar kandungan serat meningkat. Kurangi juga penggunaan bumbu instan atau penyedap rasa berlebihan.
Gunakan minyak secukupnya atau pilih cara memasak dengan sedikit minyak (tumis, bukan goreng). Batasi tingkat kepedasan agar tidak mengiritasi lambung.
Seblak bisa menjadi makanan yang nikmat sekaligus aman dikonsumsi jika diolah dengan cara yang lebih sehat dan tidak dimakan berlebihan. Pastikan komposisi seimbang antara kerupuk, protein, dan sayuran, serta kurangi garam dan minyak.
Jika dikonsumsi terlalu sering dengan bumbu berlebih, seblak berpotensi memberi dampak negatif pada kesehatan, terutama bagi penderita maag, hipertensi, atau kolesterol tinggi.
Dengan porsi wajar dan bahan yang tepat, seblak tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir. Jadi, seblak tidak sepenuhnya buruk, tapi harus dikonsumsi dengan bijak.



