JAKARTA, INST-Media.id – Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dalam mengonsumsi buah, khususnya buah yang tampak rusak atau sudah digigit hewan. Pasalnya, kebiasaan mengonsumsi buah tanpa memastikan kebersihannya dapat meningkatkan risiko penularan virus Nipah, salah satu penyakit zoonosis yang berbahaya.
Virus Nipah diketahui berasal dari hewan, terutama kelelawar buah, yang menjadi inang alami virus tersebut. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, seperti buah yang sudah dimakan sebagian oleh hewan.
Buah yang jatuh ke tanah, memiliki bekas gigitan, atau tampak terbuka sebaiknya tidak dikonsumsi. Cairan liur atau sisa gigitan hewan berpotensi membawa virus dan menempel pada permukaan buah. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu mencuci buah dengan bersih, mengupas kulitnya sebelum dimakan, atau membuang buah yang kondisinya sudah tidak layak konsumsi.
Virus Nipah sendiri merupakan penyakit yang cukup serius karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga infeksi pada sistem saraf. Tingkat fatalitasnya tergolong tinggi, sementara hingga kini belum tersedia vaksin atau obat khusus untuk menyembuhkan infeksi virus Nipah.
Langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk melindungi diri dan keluarga. Selain tidak mengonsumsi buah yang rusak atau terkontaminasi, masyarakat juga disarankan untuk menjaga kebersihan makanan, menghindari kontak langsung dengan hewan liar, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
Dengan lebih selektif dalam memilih makanan, khususnya buah-buahan, risiko penularan virus Nipah dapat diminimalkan. Kewaspadaan sederhana ini dapat memberikan perlindungan besar bagi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.



