Wednesday, February 18, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaPandeglangBupati Pandeglang Dorong ASN Jadi Garda Terdepan Transformasi Digital Melalui Seminar Hybrid

Bupati Pandeglang Dorong ASN Jadi Garda Terdepan Transformasi Digital Melalui Seminar Hybrid

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

PANDEGLANG, INST-Media.id – Pesatnya kemajuan teknologi digital terus mengubah cara kerja birokrasi dan pelayanan publik. Menyikapi perkembangan tersebut, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyerukan pentingnya percepatan transformasi digital Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Seminar Hybrid yang digelar di Oproom Setda Pandeglang, Kamis (27/11).

Dalam sambutannya, Bupati Dewi menegaskan bahwa penguasaan teknologi kini bukan lagi sekadar penunjang, tetapi menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki setiap ASN di Kabupaten Pandeglang.

“Semua layanan saat ini berbasis aplikasi. Karena itu, seluruh ASN harus mampu menerapkan transformasi digital dalam bekerja,” tegasnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Bupati Dewi menjelaskan bahwa penguatan kapasitas digital ASN sangat berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi tata kelola pemerintahan. Dengan meningkatnya literasi teknologi, ASN diharapkan mampu menjawab tuntutan publik dalam hal transparansi dan kecepatan layanan.

“Hari ini mereka mendapatkan ilmu baru. Harapan saya, ilmu tersebut benar-benar dipraktikkan agar melahirkan ASN terbaik yang siap menghadapi tantangan digital,” ujarnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dewi juga menekankan peran strategis ASN sebagai motor penggerak digitalisasi birokrasi. Menurutnya, pelayanan publik yang cepat, tepat, dan akurat hanya dapat terwujud jika ASN memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara optimal.

“ASN adalah ujung tombak pelayanan. Jika ASN menguasai teknologi, otomatis percepatan pembangunan dan kualitas layanan publik akan semakin meningkat,” jelasnya.

Meski mendorong pemanfaatan teknologi secara luas, Bupati Dewi tetap mengingatkan pentingnya etika dan integritas dalam digitalisasi. Ia mengingatkan ASN untuk bijak dalam mengelola data, informasi, dan media digital lainnya.

“Kita harus tetap menjaga etika dan berintegritas dalam memanfaatkan transformasi digital,” tegasnya.

Seminar Hybrid tersebut diikuti ratusan ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik secara luring maupun daring. Adapun materi yang dibahas meliputi integritas, literasi keamanan, pengelolaan informasi, hingga manajemen keuangan berbasis digital.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat digitalisasi birokrasi sekaligus menyiapkan ASN yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular