PANDEGLANG, INST-Media.id – Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Edi Saputra, S.I.P., M.Han., melakukan kunjungan kerja ke Markas Kodim 0601/Pandeglang pada Selasa (23/09/2025). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting dalam memberikan pengarahan kepada prajurit, PNS, serta Persit KCK Cabang XXXIII Kodim 0601/Pandeglang.
Brigjen TNI Edi Saputra hadir bersama Ketua Persit KCK Koorcab Rem 064 PD III/Slw, Ny. Adek Edi Saputra, dan disambut langsung oleh Dandim 0601/Pandeglang, Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Pandeglang. Suasana penyambutan berlangsung hangat melalui tradisi laporan satuan, pengalungan syal, hingga tarian lengser sebagai bentuk penghormatan budaya lokal.
Dalam arahannya kepada seluruh anggota, Danrem menegaskan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pengabdian prajurit. Ia menekankan bahwa keharmonisan rumah tangga akan sangat memengaruhi kualitas tugas seorang anggota TNI di lapangan. “Kalau keluarga terjaga dengan baik, maka pengabdian kepada bangsa pun bisa berjalan maksimal. Sebaliknya, jika keluarga bermasalah, tugas di lapangan pun bisa terganggu,” ucapnya.
Selain itu, Brigjen TNI Edi Saputra juga mengingatkan prajurit untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan agar platform digital dimanfaatkan secara positif, bukan menjadi pintu masuk hal-hal negatif seperti judi online, pornografi, atau isu provokatif yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Danrem juga menegaskan dukungan penuh TNI terhadap program-program strategis pemerintah, seperti Koperasi Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, penanganan stunting, hingga ketahanan pangan nasional. Ia menggarisbawahi peran Babinsa sebagai garda terdepan dalam menjaga ketenangan masyarakat dan membina tokoh-tokoh masyarakat di wilayah.
Usai agenda di Kodim, Danrem 064/MY melanjutkan silaturahmi ke kediaman ulama karismatik Banten, KH. Abuya Muhtadi Dimyati dan KH. Abuya Muhtado, di Pondok Pesantren Roudhatul Ulum, Cidahu. Pertemuan berlangsung hangat dengan salat Dzuhur berjamaah, dialog, serta doa bersama. Dalam pertemuan itu, Abuya Muhtado sempat berbagi kisah sejarah Banten, termasuk asal-usul kawasan Banten Girang hingga Keraton Surosowan yang dahulu merupakan wilayah laut.
Brigjen TNI Edi Saputra menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata komitmen TNI dalam menjaga harmoni antara nilai religius, budaya lokal, dan ketahanan nasional. Ia juga meminta doa restu dari para ulama agar tugas yang diembannya selalu diberi keberkahan dan membawa manfaat bagi masyarakat Banten.
Pandeglang sendiri dikenal sebagai kota santri dan jawara yang memiliki posisi strategis, baik dari sisi religius maupun pertahanan nasional. Dengan wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Sunda dan termasuk kawasan rawan bencana, peran TNI melalui Babinsa di 35 kecamatan, 326 desa, dan 13 kelurahan sangat vital dalam menjaga keamanan sekaligus membina masyarakat secara berkelanjutan.
Kunjungan kerja ini sekaligus mempertegas peran TNI bukan hanya sebagai penjaga pertahanan, tetapi juga mitra rakyat dalam membangun kesejahteraan, mencerdaskan generasi, serta memperkuat kedaulatan bangsa melalui pendekatan humanis dan solutif.



