SERANG, INST-Media.id – Warga Perumahan Graha Walantaka, Kelurahan Pengampelan, Kota Serang, Banten digegerkan dengan penemuan tumpukan limbah medis berbahaya yang dibuang sembarangan di dekat permukiman warga. Limbah tersebut diduga berasal dari sejumlah rumah sakit di luar daerah, seperti RS Cipto Jakarta Pusat, RSUD Anuntaloko Parigi, dan RS Tonggak Husada.
Tumpukan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) itu berisi jarum suntik bekas, kantung infus, tabung dializer pencuci darah, hingga kain medis yang masih berlumur darah. Warga resah karena bau menyengat muncul terutama saat hujan turun.
“Sudah lima hari limbah ini di sini. Kalau hujan, baunya tidak karuan,” ujar Suharti, warga setempat, Jumat (17/10/2025).
Menurut warga, limbah itu dibuang pada Sabtu malam (11/10/2025) menggunakan dump truk beroda enam. Kejadian ini langsung memicu kekhawatiran warga akan bahaya paparan penyakit dari limbah medis tersebut.
Camat Walantaka, Muslim Sholeh, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang untuk menindaklanjuti temuan itu. Polisi juga telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi pembuangan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan DLH. Lokasi sudah dipasangi garis polisi agar warga tidak terpapar limbah berbahaya itu,” kata Muslim Sholeh.
DLH kini tengah menyelidiki asal limbah medis tersebut dan memastikan agar tidak ada dampak kesehatan terhadap warga sekitar. *(RED)



