LEBAK, INST-Media.id – Jelang tahun ajaran baru 2025/2026, para penjahit konveksi di Kabupaten Lebak, Banten, mulai kewalahan menerima banyaknya pesanan seragam sekolah dari berbagai jenjang.
Juned, pemilik usaha jahit di Kampung Kebon Kelapa, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, mengungkapkan peningkatan order mencapai 30 persen dibanding hari biasa. Pesanan datang tak hanya dari warga sekitar, tetapi juga dari luar daerah seperti Pandeglang dan Serang.
“Setiap hari ada saja yang datang pesan jas almamater, seragam SD sampai SMA, bahkan permak seragam pondok pesantren,” ujar Juned, Selasa (8/7/2025).
Aktivitas menjahit di tempatnya pun meningkat tajam. Ia dan beberapa penjahit lain terpaksa lembur hingga malam hari agar semua pesanan selesai sebelum sekolah kembali dimulai pertengahan Juli.
Tina, seorang calon siswa SMP, datang bersama teman-temannya untuk mengecilkan baju dan rok seragam. Ia memilih menjahit di tempat Juned karena biayanya terjangkau dan dekat dari rumah.
“Harganya cocok dan cepat jadinya, jadi nggak bingung pas masuk sekolah nanti,” kata Tina.
Momentum tahun ajaran baru memang menjadi berkah rutin bagi usaha jahit rumahan. Selain meningkatkan omzet, mereka juga dapat menambah tenaga kerja musiman demi memenuhi lonjakan permintaan. *(RED)



